Home / Artikel / Budaya Menulis Bagi Mahasiswa

Budaya Menulis Bagi Mahasiswa

loading...

Fuuuuiiiihhh

MENULIS, kata-kata atau aktivitas yang sangatlah mudah apabila cuma dibayangkan saja. Tapi pada kenyataannya banyak orang khususnya mahasiswa yang tidak dapat melakukan hal tersebut. Mahasiswa, bagi sebagian orang menganggap title itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri, tapi bagi kalangan lain yang sadar menyandang title tersebut manganggap hal itu sangatlah berat bila dirasakan dikarenakan mempunyai tugas yang berat selain harus menjalani rutinitas perkuliahan sehari-hari yaitu menulis.
Kedua hal tersebut sangatlah berkaitan antara satu dengan lain, apabila kita seorang mahasiswa maka kita juga harus bisa atau terbiasa melakukan aktivitas menulis. Tetapi pada kenyataannya banyak mahasiswa yang tidak dapat melakukan hal tersebut. Itu semua dikarenakan kurang adanya keinginan atau kemauan untuk belajar menulis. Sebenarnya dalam diri mahasiswa ada keinginan yang besar untuk menorehkan tinta menjadi sebuah mahakarya, hanya saja mereka kurang begitu giat dalam memupuk dan mengembangkan motivasi untuk menulis.
Selain menulis untuk kegiatan-kegiatan akademik seperti mengerjakan tugas penyusunan makalah, laporan praktik/observasi, dll. Mahasiswa sebenarnya juga bisa mengembangkan karya-karya ilmiah lainnya yang bisa berguna bagi masyarakat, seperti misal mengembangkan kemampuan menulisnya melalui perlombaan karya tulis ilmiah atau mencoba untuk bagaimana caranya agar tulisannya dapat dipampang di sebuah koran lokal bahkan nasional. Hal tersebut juga bisa dikatakan sebagai salah satu pengembangan ilmu pengetahuan yang telah dipelajarinya di bangku kuliah ataupun dari kegiatan lain.
Yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah kita juga harus sering atau bahkan suka membaca terlebih dahulu karena dengan membaca kita akan menambah wawasan kita dan akan sangat berguna untuk kegiatan menulis. Karena kedua hal tersebut adalah kegiatan yang saling terkait satu sama lain. Namun demikian, aktivitas membaca itu sendiri bagi kalangan mahasiswa ternyata belum begitu maksimal. Masih banyak mahasiswa yang kurang antusias dalam membaca, entah itu membaca yang terkait dengan mata kuliahnya sendiri ataupun membaca literatur-literatur lain yang dirasa penting untuk menembah wawasan. Disini memang benar adanya apabila dikatakan masyarakat Indonesia mempunyai minat baca yang sangat rendah sekali, bahkan kalangan mahasiswa pun sangatlah enggan untuk melakukan hal tersebut.
Adanya kenyataan rendahnya budaya membaca di kalangan mahasiswa ini tentu sangatlah berpengaruh terhadap aktivitas menulisnya. Dengan demikian, mahasiswa dituntut untuk membiasakan membaca dan memiliki kemampuan menulis dalam menunjang keberhasilan studinya. Dalam hal ini sebenarnya dosen pun juga berperan aktif dalam membantu mahasiswanya dalam mengembangkan kemampuan menulisnya dengan baik. Seperti misal memberikan tugas penyusunan makalah yang tentu saja penulisannya haruslah baik, teratur, dan mudah dimengerti.
Tentu saja tanpa disadari mahasiswa hal tersebut merupakan sarana pembelajaran yang sangat penting yang berkaitan dengan aktivitas membaca dan mengembangkan tulisannya. Tapi dalam hal ini timbul pertanyaan, apakah mahasiswa memberikan respon positif terhadap apa yang telah dilakukan dosen. Itu semua tergantung kita sebagai mahasiswa apakah kita sadar akan pentingnya membaca dan menulis. Dikarenakan banyak juga mahasiswa yang merasa terbebani dengan tugas-tugas penyusunan makalah yang telah diberikan oleh dosen.
Entah disadari atau tidak mahasiswa sekarang ini telah dibentuk sebagai mahasiswa yang suka yang instan-instan. Seperti misal apabila mendapatkan tugas pembuatan makalah, tidak sedikit mahasiswa yang hanya copy paste dari internet yang itu merupakan buah pikiran orang lain. Dan berakibat fatal bagi kalangan mahasiswa yaitu mahasiswa tidak dapat mengembangkan tulisannya dengan baik bahkan pemikirannya pun tidak tertuangkan dalam tulisan yang disusunnya. Selain itu hal tersebut juga mengakibatkan ketergantungan mahasiswa terhadap internet dalam setiap pembuatan tugas-tugas kampus.
Maka sebagai mahasiswa seharusnya bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar demi kemajuan dalam diri mahasiswa itu sendiri dikarenakan akan ada perbedaan antara mana mahasiswa yang benar-benar konsekuen dalam menjalani studinya dan mana mahasiswa yang hanya mengejar nilai yang baik dengan menggunakan segala cara saja tanpa ada perkembangan dalam dirinya.
Disini timbul masalah lagi yaitu perkembangan seperti apa yang harus diperoleh mahasiswa itu sendiri. Yaitu perkembangan dimana mahasiswa dituntut untuk menulis lebih dari sekedar pembuatan makalah, pembuatan laporan, dan lain-lain. Seperti misal menulis artikel, cerpen, puisi, dan lain sebagainya yang itu riil merupakan buah dari pemikirannya sendiri tanpa adanya campur tangan pemikiran orang.
Kita bisa mengambil hikmah dari berbagai keterangan diatas yaitu sebagai mahasiswa kita haruslah berperan aktif dalam mengembangkan budaya membaca dan menulis di kalangan masyarakat Indonesia dengan memulai dari diri kita masing-masing dengan berbagai cara yang bisa kita lakukan. Seperti misal dengan ikut berpartisipasi dalam berbagai macam perlombaan karya tulis ilmiah, ikut serta atau berperan aktif dalam suatu lembaga yang lingkupnya tentang tulis-menulis, mengadakan seminar tentang bagaimana menulis yang baik dan benar serta kiat-kiat agar tulisan kita mudah diterima oleh penerbitan koran. Yang itu semua merupakan sebagai tindakan kita dimana kita mengubah opini publik dunia yang mengatakan bahwa bangsa Indonesia mempunyai tingkat budaya membaca dan menulis sangat rendah dan mengubahnya bahwa membaca dan menulis merupakan makanan pokok sehari-hari setelah nasi bagi bangsa Indonesia.
Marilah kita teruskan perjuangan pahlawan kita dahulu dengan perjuangan mengatasi berbagai macam persoalan yang sekarang ini kita hadapi, yaitu salah satunya mengusir kebodohan dari dalam diri rakyat Indonesia dengan membaca dan menulis. Dengan kita mulai dari diri kita masing-masing dan meneruskannya kepada khalayak umum untuk membudayakan membaca dan menulis. Agar kita sebagai rakyat yang terdidik tidak terus dibodohi oleh para pemimpin kita yang notabene memang memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari kita, entah itu kemampuan dalam memimpin Negara ataupun kemampuan dalam mengobrak-abrik perekonomian rakyat kecil.
Maka dari itu, budayakanlah membaca dan menulis di kalangan mahasiswa maupun dikalangan masyarakat umum. Mulailah dari tulisan yang sederhana dan berlanjut ke tulisan yang lebih panjang dan lebih bermutu. Yakinlah bahwa semua orang mampu dan bisa menciptakan sebuah karya ataupun mahakarya yang bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan yakinlah bahwa kegiatan membaca dan tulis-menulis yang kita biasakan sejak dini akan bertahan manfaatnya meskipun kita semakin tua.

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...