Home / Artikel / Tips Agar Pustakawan Sekolah Berpendapatan Lebih Dari 200 Ribu

Tips Agar Pustakawan Sekolah Berpendapatan Lebih Dari 200 Ribu


Bicara Perpustakaan kali ini berbagi sedikit pengalaman seorang pustakawan yang oleh anak-anak SMA tempat dia mengabdi dulu lebih dikenal sebagai penjaga perpustakaan. hehee. Sebelumnya, mungkin BP akan sedikit mlesetne Pustakawan itu apa, kalau BP berpendapat Pustakawan itu “Pusat Tempat Kajian Wawasan“, Pusat yang artinya Inti/Sumber, Tempat yang berarti menunjukkan Wadah, Kajian yang mengungkapkan sebuah Pembelajaran, sedangkan Wawasan merupakan Ilmu/Pengetahuan. Secara lengkap dapat diartikan Pustakawan yaitu Sumber Wadah Pembelajaran Pengetahuan. Dengan kata lain, kita sebagai pustakawan yang notabene hampir setiap hari hidup bersinggungan dengan bukuseharusnya memang dituntut untuk lebih bisa mengembangkan diri kita sendiri terlebih dahulu sebelum kita berbagi dengan pemustaka. Sambil bekerja kita harus mau membaca apa yang diperlukan untuk menambah pengetahuan diri kita sendiri, sehingga wawasan yang kita punya bukan hanya sekedar bagaimana mengklasifikasi koleksi, bagaimana menata buku dan rak yang baik, bagaimana menyampul buku, maka secara otomatis pengetahuan dan kemampuan kita pun juga akan bertambah. Kalaupun buku-buku yang ada di perpustakaan kurang menarik bagi anda maka ketika ada kegiatan pengadaan buku tidak ada salahnya juga kita membeli satu buku yang kita suka, toh kita juga bagian dari institusi yang memang harus dipenuhi juga kebutuhan pengetahuannya. Sebagai contoh begini, yang saya alami dulu saya pengen banget bisa Desain Grafis, lalu ketika dapat jatah pengadaan buku, maka saya sisipkan satu judul tentang desain grafis, setelah terbeli maka saya baca dan mempraktekkannya, setelah itu ada kegiatan sekolah yang membutuhkan sebuah banner, maka saya maju untuk menawarkan diri untuk sekedar sambil belajar untung-untung dapat uang lelah dan ternyata benar memang saya di kasih itu, setelah itu tiap ada kegiatan yang membutuhkan banner atau sarana promosi melalui desain grafis saya selalu ditawari untuk mengerjakannya. Dari situ bisa kita lihat sudah ada pemasukan tambahan di luar gaji pokok yang 200ribu kita per bulan.

loading...

Saya mencoba flashback dulu, awal tahun 2011 saya pindah kerja di kampung halaman setelah beberapa bulan merantau di kota Surabaya. Awal bekerja di sebuah Madrasah Aliyah saya sudah disuguhi ruang perpustakaan yang baru saja direnovasi,  debu sisa renovasi belum dibersihkan, rak buku nggak karuan posisinya, buku-buku di taruh di dalam karung beras, boleh dibilang langsung loyo badan ini ketika hari pertama kerja mendapati suasana seperti itu. Tapi saya harus tunjukkan bahwa saya bisa dan mampu menata ruang ini senyaman dan seindah mungkin supaya anak-anak betah membaca buku disini. Alhamdulillah dengan tenggang waktu yang diberikan selama 2 minggu akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas berbenah perpustakaan untuk bisa dimanfaatkan lagi. Bulan pertama saya bekerja langsung mengadakan lomba Peminjam dan Pengunjung Terbanyak di Perpustakaan, anak-anak antusias berdatangan ke perpustakaan entah untuk meminjam ataupun sekedar menuliskan nama di daftar hadir perpustakaan, nggak apa-apalah yang penting mereka senang dan terbiasa dulu dengan perpustakaan. Hehee.. sebulan kemudian tibalah saatnya menikmati gaji pertama, memang saat wawancara tidak disebutkan berapa gaji yang akan saya terima dan saya pun tidak mempermasalahkannya, itung-itung masih bujang dan yang penting motor bisa jalan. Tapi ternyata dengan jauhnya jarak antara rumah dan tempat kerja sekitar 44 kilometer pulang-pergi dengan gaji 300ribu tiap bulan tidak cukup, sedangkan saya harus membeli bensin tiap 2 hari sekali Rp.15.000, kalau dihitung dalam sebulan rata-rata ada 25 hari kerja, jadi untuk bensin per bulan saya sekitar 12 Hari x 15.000 = Rp. 180.000, makan siang 25 Hari x 7000 = Rp. 175.000, Total Rp. 355.000. Waduh malah tekor brooo..

Memang sempat waktu itu untuk pindah tempat kerja, tapi saya coba bertahan dulu sambil nyari sampingan lainnya karena orang tua tidak berkenan saya keluar dengan alasan memang masih “Sukuan” ya kayak gitu gajinya. Saya mulai berfikir bagaimana saya mendapatkan tambahan uang saku, lalu saya coba melamar pekerjaan part time ke tempat lain dan tentunya sebagai pustakawan juga. Dan Alhamdulillah dapat panggilan kerja and dilanjutkan interview, saat itulah disepakati jam kerja saya di sebuah Akademi Kebidanan mulai jam 14.00 – 18.00 (waktu pulang menyesuaikan ketika datang, yang penting dalam sehari 4 jam kerja). Rasa syukur yang tak terkira waktu itu saya rasakan ketika Allah SWT memberikan kemudahan saya dalam proses berkembang dan mengembangkan kala itu. Ketika saya wawancara yang saya tawarkan adalah saya sebagai pengelola yang bertugas memanajemen semua yang dibutuhkan perpustakaan agar bisa dimanfaatkan, sedangkan untuk tugas melayani peminjaman dan pengembalian ada petugas lain yang ditugaskan pagi hari ketika saya tidak ada. Kasus yang sama saya alami juga di tempat kerja yang kedua ini, yaitu belum mempunyai perpustakaan yang layak untuk digunakan, dalam waktu kurang lebih dua bulan saya sudah menyelesaikan penataan ruang dan mengolah buku-buku yang ada. Alhamdulillah sumber pendapatan bertambah lagi. Sebagai tambahan lagi saya juga mengelola website tempat kerja yang pertama dan menjadi Tutor Kelas TIK di institusi tersebut. Dengan demikian sumber pendapatan jadi bertambah pula.

Dari pengalaman diatas, poin utamanya adalah terus kembangkan diri anda dengan Belajar, Belajar dan Belajar. Raih tiap kesempatan yang ada, selalu berusaha menyanggupi tiap tugas yang diberikan oleh tempat kerja dan jadikan yang biasanya sekedar hobi bisa menjadi tambahan sumber penghasilan. Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, Kerja Keras, tentunya sabar dan terus berdoa agar selalu dimudahkan segala urusan kita. Dan terus berpikir positif dan optimis dengan masa depan yang lebih baik lagi. Salam 

Tips Agar Pustakawan Sekolah Berpendapatan Lebih Dari 200 Ribu


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...