Home / Artikel / Pedoman Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka

Pedoman Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka


A. Perencanaan Pengadaan

Pengadaan koleksi bahan pustaka atau akuisisi bahan pustaka merupakan proses awal dalam mengisi perpustakaan dengan berbagai sumber informasi. Bgai perpustakaan yang baru didirikan atau dibentuk, kegiatan pengadaan koleksi bahan pustaka ini meliputi pekerjaan penentuan kriteria koleksi perpustakaan dan pembentukan koleksi awal. Untuk perpustakaan yang sudah berjalan, kegiatan pengadaan bertujuan untuk menambah dan melengkapi koleksi yang sudah ada. Yang menjadi titik tolak kegiatan pembinaan dan pengembangan koleksi selajutnya.

Hal-hal pokok yang harus ditetapkan berkaitan dengan pengadaan koleksi bahan pustaka adalah:

1. Menyusun perencanaan operasional pengadaan bahan pustaka yang meliputi:

  • Mempelajari kondisi pemakai perpustakaan untuk ketepatan sasaran dalam pengadaan bahan pustaka.
  • Presentasi tentang bidang-bidang pengetahuan bahan pustaka yang akan dibeli.
  • Seleksi, dengan berpedoman kepada atau bersumber pada catalog terbitan, brosur dan selebaran, bibliografi, daftar tambahan (accession list), permintaan pemakai, perkembangan penerbitan, perkembangan informasi, dan lain sebagainya disesuaikan dengan kondisi lapangan.

2. Menghimpun alat seleksi bahan pustaka

Kegiatan ini adalah mengumpulkan semua sumber informasi literatur yang akan dipergunakan dalam proses penyeleksian dan penentuan bahan pustaka yang akan diadakan. Sumber-sumber informasi ini seperti: katalog penerbit, bibliografi, bulletin, abstrak, brosur terbitan baru, dan lain sebagainya. Sumber seleksi yang lain adalah saran-saran dari pengunjung, serta berpedoman keada koleksi yang sudah ada,baik untuk menambah judul bahan pustaka maupun jumlah eksemplar untuk judul-judul yang sangat dibutuhkan.

3. Survai minat pemakai

Kegiatan ini pada dasarnya adalah membuat instrumen, mengumpulkan, mengolah dan menganalisis data serta membuat laporan hasil survai untuk mengetahui bidangatau subjek yang diminati pemakai, jenis pustaka yang diperlukan, termasuk jenis layanan yang dikehendakinya.survai minat pemakai dapat dilakukan dengan mengadakan wawancara dengan para pemakai potensial yang rajin menggunakan perpustakaan, atau menyediakan formulir isian yang disediakan untuk pengunjung perpustakaan. Mereka dipersilahkan untuk menulis keinginan dan kebutuhan koleksi bahan pustaka dengan informasi yang lengkap, seperti pengarang, judul, penerbit, dan tahun terbit. Perpustakaan yang dapat mengetahui secara lebih pasti tentang minat dan kecenderungan pemakai, maka dalam proses pengadaan koleksi bahan pustaka dapat lebih tepat sasaran, yakni memenuhi apa yang dikehendaki pemakai perpustakaan.

4. Survai bahan pustaka

Kegiatan mengamati langsung keberadaan bahan pustaka di penerbit, toko buku, pameran, dan perpustakaan lainnya untuk mengetahui:

  • Buku apa saja yang tersedia.
  • Buku yang sudah lama dimiliki namun tetap penting dimiliki karena kebermanfaatannya.
  • Hal-hal lain seperti bentuk fisik buku, perbandingan harga dan data bibliografis lainnya.
  • Perkembangan penerbitan, baik terbitan baru, eidsi revisi, cetak ulang, terjemahan, saduran dan lain sebagainya.

Makin banyak pengetahuan dan wawasan tentang bahan pustaka yang diperoleh melalui survai ini, akan berpengaru kepada pengadaan dan peningkatan kualitas koleksi perpustakaan.

5. Membuat dan menyusun desiderata

Kegiatan ini adalah membuat deskripsi bahan pustaka dalam bentuk kartu atau daftar dan disusun menurut aturan tertentu untuk digunakan sebagai bahan seleksi untuk pengadaan bahan pustaka. Desiderata inilah yang utama dipakai oleh Tim Penyeleksi dalam melakukan tugasnya.

6. Menyeleksi bahan pustaka

Dengan menggunakan daftar desiderata dan laporan hasil survai minat pemakai maka diadakanlah penyeleksian bahan pustaka untuk menentukan bahan pustaka yang akan diadakan oleh perpustakaan untuk satu periode tahun anggaran atau pengadaan secara insidentil untuk terbitan yang sedang “ramai” manakala tersedia anggaran, sehingga dapat segera disajikan kepada pengunjung sesegera mungkin.

B. Proses Pengadaan

Pengadaan koleksi bahan pustaka dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

  • Pembelian baik langsung maupun melalui pihak ketiga.
  • Melakukan tukar-menukar.
  • Mendapatkan bantuan / sumbangan.
  • Menggandakan seperti membuat fotokopi, membuat duplikasi, membuat CD, dan lain sebagainya.
  • Menerbitkan, termasuk di dalamnya membuat kliping koran.

 

C. Mengevaluasi dan menyiangi bahan pustaka

Untuk mengetahui sejauh mana pemakaian bahan pustaka oleh pengunjung dan bagaimana pemeliharaan atau perawatannya maka perlu dilakukan evaluasi dan pengecekan serta penyiangan. Pekerjaan itu dilakukan secara teratur periodic jangka waktu tertentu, misalnya satu tahun. Selain itu juga untuk mengetahui adanya penyusutan, kerusakan atau kehilangan. Hal ini dilakukan berhubungan dengan pekerjaan pengadaan, sehingga prosesnya akan terus saling berhubungan antara pengadaan, pengolahan, penyimpanan, pemeliharaan, perawatan dan penggunaan, serta evaluasi. Pengadaan bahan pustaka dilakukan guna menambah dan melengkapi koleksi yang sudah ada, maka jumlahnya akan terus bertambah. Akan tetapi setelah koleksi diletakkan di ruang perpustakaan dan dipergunakan dapat mengalami penyusutan atau pengurangan. Hal itu terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

  • Kerusakan karena dipakai, dipinjam, dibaca, dan sudah tak dapat diperbaiki lagi.
  • Dipinjam tetapi tidak dikembalikan.
  • Hilang
  • Dikeluarkan dari jajaran, atau disiangi (selfing) karena sudah kadaluwarsa, tidak lagi dipakai.
  • Diganti dengan edisi baru, dan lain sebagainya.

Jumlah penyusutan koleksi untuk setiap pepustakaan berbeda-beda. Hal itu tergantung kepada beberapa faktor seperti: sistem pengamanan, cara pemeliharaan dan perawatan, kualitas ketas dan penjilidan, jumlah pengunjung yang memanfaatkan perpustakaan, dan pengaruh cuaca atau kelembaban udara di ruang koleksi. Namun pada dasarnya penyusutan perlu ditekan demikian rupa agar tidak terlampau banyak koleksi yang berkurang. Persentasi penyusutan relatif besar sementara jumlah penambahan relatif sedikit, maka lama-kelamaan akan menipis atau habis. Hasil evaluasi kemudian dibuat laporan kepada pimpinan, dan selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan penyusunan program lebih lanjut.

Daftar Pustaka

Sutarno NS (2006). Manajemen Perpustakaan: suatu pendekatan praktik. Jakarta: Sagung Seto.

 

Pedoman Pengadaan Koleksi Bahan Pustaka


loading...

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...