Home / Artikel / Perpustakaan Dulu, Kini dan Esok

Perpustakaan Dulu, Kini dan Esok


Perpustakaan Dulu, Kini dan EsokPerpustakaan Dulu, Kini dan Esok – Perpustakaan sudah ada sejak adanya kebudayaan umat manusia. Dengan kata lain, perpustakaan sudah setua peradaban umat manusia. Sebagaimana peradaban yang selalu berubah dan berkembang, maka perpustakaan juga selalu mengalami perubahan dan perkembangan sejalan dengan perjalanan kehidupan umat manusia. Periodisasi pertumbuhan perpustakaan dikelompokkan ke dalam tiga masa yaitu:

  1. Sejak permulaan – tahun 1600 (from beginning to 1600)
  2. Tahun 1600 – Perang Dunia II
  3. Sejak Perang Dunia II – perkembangan perpustakaan secara internasional.

Perkembangan perpustakaan dalam dunia internasional tersebut meliputi berbagai benua yaitu Afrika, Asia, Australia dan Selandia Baru, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Utara. Kemudian diikuti dengan perkembangan perpustakaan universitas, perpustakaan akademi (college library), perpustakaan sekolah, perpustakaan khusus dan perpustakaan umum (Ensiklopedia Amerikana, vol.17, hal.310, 1978). Menurut periodesasi perkembangan perpustakaan tersebut di dalam uraian ini disebutkan ke dalam tiga kelompok yaitu:

  1. Perpustakaan pada masa silam (Perpustakaan dulu).
  2. Perpustakaan sekarang (Perpustakaan Kini).
  3. Perpustakaan pada masa yang akan dating (Perpustakaan Hari Esok).

Berikut ini uraian lengkapnya:

  1. Perpustakaan Dulu

Istilah “dulu” sebenarnya tidak perlu disebutkan persisnya kapan tahun berapa, karena periodesasi sejarah perpustakaan tidaklah sederhana dan tidak diketahui secara persis waktunya. Perubahan perpustakaan berjalan bersamaan dengan perkembangan peradaban dan budaya umat manusia. Namun perpustakaan merupakan mata rantai sejarah umat manusia yang dapat ditulis atau dibukukan dan direkam, kemudian diabadikan atau disimpan di perpustakaan. Perpustakaan tersebut merupakan sumber ilmu pengetahuan, sumber inspirasi, sumber inovasi dan sumber referensi. Perpustakaan dulu atau masa silam mempunyai cirri-ciri sebagai berikut ini:

  • Jumlah dan jenis perpustakaan sedikit,
  • Jumlah dan jenis koleksi masih terbatas,
  • Jumlah pemakai sedikit, umumnya terbatas pada kalangan tertentu saja,
  • Sistem pengolahan, penataan pemakaiannya belum diatur seperti yang sekarang.
  • Buku pedoman, standar, dan rujukan untuk membentuk perpustakan masih langka,
  • Sarana dan perlengkapan perpustakaan masih belum memadai.

Namun begitu perpustakaan tersebut telah banyak sekali memberikan jasa kepada para pemakainya sampai sekarang. Yakni sebagai sumber informasi dan panduan, rujukan dalam penelitian untuk sampai pada masa sekarang. Sekiranya tidak ada perpustakaan, kita tidak tahu apa-apa alias buta tentang masa silam, dan tidak tahu apa yang terjadi sekarang karena apa yang ada dan terjadi sekarang tidak dapat dipisahkan dengan apa yang sudah ada serta merupakan kelanjutan hasil karya (produk) masa lalu.

  1. Perpustakaan Kini

Berdasarkan ilmu pengetahuan dan penemuan, serta hasil karya masa silam yang telah dikembangkan oleh generasi terdahulu, maka kita sekarang dapat berpijak kuat-kokoh dan mencapai apa yang kita lihat dan nikmati. Perpustakaan yang sekarang ada dan kita pergunakan telah banyak dan jauh mengalami perubahan dalam banyak aspek. Dari perpustakaan akan digali, diteliti, dan dikembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan inovasi yang baru. Perkembangan itu antara lain:

loading...
  • Di bidang ilmu pengetahuan kini telah berkembang berbagai disiplin ilmu.
  • Di bidang perbukuan sudah sangat banyak judul buku dan pengarang serta penerbit yang memproduksinya.
  • Di bidang pendidikan telah banyak jumlah dan jenis lembaga pendidikan, baik yang umum, khusus atau kejuruan, sejak pendidikan taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi.
  • Dalam perguruan tinggi sendiri telah berkembang berbagai fakultas, jurusan dan spesialisasi, termasuk program pasca.
  • Dalam bidang rekayasa (Engineering) telah banyak diproduksi rumah tangga (home industry) berbagai hasil industry, sejak dari industry sampai dengan yang dikeluarkan oleh perusahaan multi nasional corporation (MNC).

Setiap lembaga pendidikan sudah seharusnya dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan yang memadai. Apa yang terkumpul dalam koleksi perpustakaan merupakan panduan, pedoman dan acuan bagi kita untuk mempersiapkan menata, dan mewujudkan cita-cita untuk masa yang akan datang. Segala sesuatu yang akan kita tuju (goal) harus kita rancang, dan kita susun dari sekarang. Meskipun kita tidak tahu secara pasti apa yang bakal terjadi pada waktu tertentu yang akan datang, namun paling tidak, kita telah berusaha untuk menempakan sebuah “pondasi” tentang “bangunan” kehidupan yang akan kita bentuk. Tetapi yang jelas bahwa apa yang akan kita capai adalah keadaan, kehidupan dan penghidupan yang makin membaik daripada sekarang. Dalam hal ini perpustakaan secara tidak langsung mempunyai peranan yang besar dan ikut menentukan. Hal itu terutama akan terjadi pada Negara-negara atau masyarakat yang perpustakaannya sudah maju. Dan perpustakaan tersebut merupaan salah satu barometer atas tingkat kemajuan dan kesejahteraan masyarakatnya. Ironisnya dalam dunia yang demikian itu bagi sebagian anggota masyarakat kita masih berkutat pada bagaimana meningkatkan minat dan budaya baca, bagaimana membina dan mengembangkan perpustakaan, dan bagaimana menyadarkan bahwa informasi sangat penting bagi kehidupannya.

  1. Perpustakaan Hari Esok

Kehidupan adalah sesuatu yang terus dinamis, berjalan, berubah dan berproses (the show must go on). Namun kehidupan itu harus kita isi dengan hal-hal yang bermakna, berguna, dan lebih baik, untuk kita semua. Munurut suatu ajaran: kita harus saling asih, saling asuh dan saling asah. Artinya bahwa didalam kehidupan ini kita harus saling membantu, menolong, saling member tahu. Dalam hal perpustakaan pada masa depan, tentu akan selalu mengalami perubahan terutama yang berkaitan dengan teknologi informasi dan identitas perkembangan informasi. Tetapi di samping itu juga tidak terlepas dari tantangan, misalnya keterbatasan sumber daya manusia yang prodesional dan persaingan di antara lembaga pengelola informasi yang lain. Secara garis besar sejarah perkembangan telah disebutkan di atas. Kini dalam milenium ketiga kita telah memasuki era informasi sebagai kelanjutan dari era globalisasi era kebebasan serta era-era yang lain. Dalam memasuki masa informasi, dimana informasi telah berkembang begitu pesat, setiap orang dan dalam setiap sisi kehidupannya tidak akan terlepas dari informasi. Siapa yang mempunyai akses dan informasi lebih cepat dan tepat akan menguasai dunia. Sebaliknya bagi mereka yang ketinggalan dan keterbatasan akses informasi akan jauh tertinggal di belakang.

Proses perkembangan informasi-informasi akan semakin cepat, sejalan dengan makin berkembangnya teknologi informasi (TI). Jika masa lalu koleksi perpustakaan diwarnai dengan koleksi dari daun lontar dan tablet tanah liat, sekarang yang paling dominan berupa koleksi tercetak, dan sebagian perpustakaan sudah dalam bentuk mikro, digital, elektronik dan terpasang. Maka pada masa yang akan datang dapat saja koleksi perpustakaan didominasi oleh koleksi digital dan akses dilakukan melalui internet. Dengan kata lain berkat kemajuan teknologi informasi, orang memperoleh kemudahan dan kebebasan akses atas sumber informasi di perpustakaan.

Namun jika kita perhatikan, meskipun teknologi informasi mempunyai beberapa kelebihan, seperti makin cepat, akurat, namun pada sisi yang lain juga mempunyai kelemahan misalnya kita akan sangat tergantung pada teknologi tersebut, biaya yang diperlukan dan perawatan mahal dan lain sebagainya. Dan bagi yang belum terbiasa dengan media tersebut akan mengalami kesulitan. Meskipun teknologi sudah maju, namun media informasi dalam bentuk teks masih akan tetap banyak dimanfaatkan. Sebab, harganya relative murah, tidak selalu tergantung pad ateknologi informasi, dan mudah dipergunakan (dibaca dimana saja).

Kita harapkan bahwa pada masa yang akan datang, perpustakaan makin banyak jumlahnya, makin merata keberadaannya makin luas aksesnya, dan makin luas jangkauan layanannya. Makin lengkap koleksinya, dan makin tinggi tingkat kesadaran akan pentingnya informasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Perpustakaan merupakan salah satu ukuran kemampuan suatu komunitas masyarakat. Jadi jika masyarakat sudah terbiasa dengan buku (book minded) dan perpustakaan (library minded), maka hal itu merupakan kemajuan yang signifikan. Oleh sebab itu perpustakaan masa depan merupakan sesuatu yang ikut memberikan warna dan bentuk kehidupan masyarakat modern dan sejahtera, baik dalam bagi individu, keluarga, masyarakat dan maupun bangsa pada umumnya. Perpustakaan merupakan salah satu pusat sumber belajar (learning center).

Daftar Pustaka

NS, Sutarno (2006). Manajemen Perpustakaan: suatu pendekatan praktik. Jakarta: Sagung Seto.

Perpustakaan Dulu, Kini dan Esok


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register