Home / Artikel / Perpustakaan Sebagai Media Pendidikan

Perpustakaan Sebagai Media Pendidikan


Perpustakaan Sebagai Media Pendidikan

Perpustakaan Sebagai Media Pendidikan – Dalam dunia pendidikan, kita sering mendengar istilah pendidikan sepanjang masa, pendidikan sepanjang hayat atau pendidikan seumur hidup (life long education). Dalam terminology yang lain ada pepatah yang berbunyi : “Carilah ilmu dari ayunan sampai ke liang kubur”. Ajaran yang lain mengatakan bahwa “Carilah ilmu sampai ke negeri Cina”. Artinya kurang lebih, bahwa kita harus belajar sejak kecil sampai mendekati ajal, selagi ada kesempatan. Jika kita renungkan, pada hakikatnya dalam kehidupan ini, setiap saat kita memang selalu harus belajar, baik di sengaja maupun tidak, karena makna belajar sesungguhnya tidak terbatas pada bangku sekolah/kuliah dan kepada bapak dan ibu guru/ dosen, tetapi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja termasuk kepada diri sendiri. Sebagai contoh yang sangat sederhana, misalnya: Pada suatu perjalanan ke suatu tempat, seseorang harus menemukan atau mencari satu alamat. Ia sudah membawa peta, membaca, mempelajari dan menelitinya namun saat itu ia tetap menemui kesulitan untuk mencapai alamat yang dituju, karena daerah tersebut rupanya masih belum ia kenal sebelumnya. Kemudian ia bertanya, ke sana ke mari, setelah sekian lama, barulah menemukan alamat tersebut. Dalam proses membaca, mempelajari, meneliti, dan menelusur alamat, kemudian bertanya kepada seorang atau beberapa orang tersebut, secara sadar atau tidak, ia telah “belajar”, mencari pengalaman, menambah wawasan, dan memperoleh pengetahuan. Begitulah seterusnya. Pendek kata, kita menghadapi banyak sekali keterbatasan, kekurangan, baik dalam ilmu pengetahuan, wawasan maupun pengalaman. Sebaliknya, pada bidang tertentu, mungkin saja seseorang telah mengetahui, mengenal, dan “menguasai” tentang sesuatu, sebut saja, misalnya ilmu beternak burung Walet. Akan tetapi orang lain, teman, sahabat atau tetangga orang tersebut, belum mengetahui. Secara kebetulan yang bersangkutan ingin mengetahui dari kita. Pada kesempatan itu, tentu saja “Si” peternak burung tersebut perlu memberi tahu, menjelaskan, atau “mengajari”nya. Oleh karena itu setiap orang biasanya mempunyai kekurangan dan kelebihan. Orang-orang tersebut mestinya masih perlu dan harus belajar dan terus belajar, dalam arti dan hakikat yang seluas-luasnya. Diantara kita harus saling member yang kita punyai dan diperlukan orang lain, dan saling menerima atas pemberian dari orang yang kita perlukan tersebut.

Sebuah perpustakaan, apapun jenisnya, apa saja sumber informasi dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya. Perpustakaan tersebut merupakan media, sarana dan alat untuk belajar, menambah ilmu, mengembangkan kemampuan yang tak habis-habisnya. Semakin sering dan semakin banyak seseorang menimbang dan memperoleh ilmu dan pengetahuan, maka semakin kaya ia dalam ilmu tersebut, sementara ilmu pengetahuan yang ada di perpustakaan tidak akan berkurang sedikit pun. Sebagai media belajar, terutama pendidikan yang non-formal, perpustakaan memberikan watu, kesempatan, layanan, sumber bacaan, yang lebih lama, luas, relatif bebas, dan biaya yang lebih sedikit, jika dibandingkan dengan sekolah atau kuliah. Setiap saat perpustakaan dibuka, siapa saja dapat dan boleh masuk, membaca dan belajar. Perpustakaan tidak mengenal caturwulan, semester atau pun tahun ajaran. Perpustakaan secara adil, demokratis, jujur, terbuka memberikan layanan yang sama kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang berlaku. Untuk sebuah perpustakaan umum sering diibaratkan sebagai Universitas Rakyat, maksudnya adalah bahwa perpustakaan umum dengan menyediakan berbagai informasi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya, sebagai sumber belajar untuk meperoleh dan meningkatkan ilmu pengetahuan bagi semua lapisan masyarakat (Perpusnas RI, 2000).

Sementara itu para peneliti, ilmuwan, dan praktisi selalu mengembangkan karya-karyanya dengan sumber rujukan yang dapat ditemukan di perpustakaan. Sebagai ilmuwan dan praktisi baik di kampus, laboratorium, maupun di perusahaan industri yang banyak menghasilkan produknya berupa barang atau jasa, baik langsung maupun tidak langsung, baik sendiri maupun secara kolektif maupun pionir-pionir perubahan, tokoh kemajuan, dan patriot kemajuan. Dengan kata lain, mereka para ilmuwan, dan cerdik cedikia yang berkecimpung di bidangnya masing-masing tentunya selalu berhubungan dan memanfaatkan perpustakaan. Kehidupan akan terus berjalan maju, tidak pernah akan terulang, sehingga terus diisi dengan hal-hal yang positif, penuh makna dan berguna bagi kemaslahatan umat manusia. Dan perjalanan itu akan diwarnai perubahan sementara orang yang arif selalu belajar dari pengalaman agar berhasil lebih baik.

Perpustakaan Sebagai Media Pendidikan


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *