Home / Artikel / Tipe-tipe Perpustakaan

Tipe-tipe Perpustakaan


Tipe-tipe Perpustakaan

Tipe-tipe Perpustakaan – Tujuan utama sebuah perpustakaan adalah menyediakan layanan akses informasi bagi pemakai. Keberadaan pepustakaan sangat bermanfaat, tetapi seringkali dihadapkan pada permasalahan dalam hal akuisisi (pengadaan), penyimpanan, dan penanganan dokumen maupun berkas-berkas sesuai kebutuhan. Dengan perkembangan perpustakaan dari model perpustakaan yang sederhana sampai seperti dewasa ini, hambatan yang dialami adalah munculnya pemakaian teknologi informasi sebagai sarana penyedia layanan sehingga perubahan ini sangat berpengaruh pada metode akuisisi, penyimpanan, pengiriman atau prosedur penelusuran. Untuk mencapai tujuan agar perpustakaan tidak ketinggalan jauh dengan adanya perkembangan di bidang teknologi informasi, upaya dalam hal perbaikan teknologi harus terus-menerus dilakukan agar seluruh kegiatan pengelolaan perpustakaan dapat bekerja dengan lebih cepat, akhirnya dapat menjangkau pemakai yang lebih banyak.

Dengan adanya perkembangan teknologi informasi yang berimbas juga ke pengelolaan perpustakaan, mengakibatkan adanya paradigm baru dalam bidang perpustakaan. Perubahan tersebut sangat terlihat pada kinerja dan layanan perpustakaan menurut Lasa (2002), antara lain berikut ini:

  1. Perubahan orientasi pustakawan dari penjaga koleksi menjadi penyedia informasi.
  2. Perubahan pengguna yang awalnya hanya membutuhkan satu media menjadi multimedia.
  3. Dari sisi pengolahan koleksi yang tadinya diolah oleh perpustakaan sendiri beralih ke sistem pengolahan koleksi secara global.
  4. Masyarakat pada biasanya mendatangi perpustakaan. Dengan adanya perubahan perpustakaan harus lebih aktif untuk mendatangi pengguna, apabila menginginkan perpustakaannya tetap dikunjungi oleh pengguna.
  5. Layanan perpustakaan secara local bersifat tradisional beralih menjadi layanan global dan otonomi.

Perkembangan tekonologi yang sudah mengimbas kemana-mana, termasuk perpustakaan, mengakibatkan skala operasional juga meningkat dan otomatis perbaikan kea rah yang lebih teknis harus dilakukan sehingga muncullah tipe perpustakaan yang berbasis pada penggunaan teknologi informasi.

Sebelum berbicara mengenai tipe-tipe perpustakaan berbasis teknologi, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu perkembangan teknologi dalam bidang record informasi (penyimpanan informasi) mulai dari awal. Perkembangan teknologi tidak dapat dipisahkan dengan perkembangan media penyimpanan informasi yang ada di perpustakaan. Sebelum teknologi mesin cetak ditemukan oleh Guttenberg, media penyimpanan informasi berupa batu, kayu, kulit domba, dan sebagainya. Setelah ditemukan mesin cetak, media penyimpanan berubah menjadi kertas. Era ditemukannya mesin cetak, menyebabkan produksi informasi menjadi meningkat tajam, diikuti pula dengan peningkatan jumlah pemakai. Oleh karena derajat keasamannya tinggi maka media penyimpanan informasi dan kertas dianggap tidak mampu bertahan lama, kemudian muncul teknologi penyimpanan lain dengan media film (plastik). Media penyimpanan film berkembang sehingga muncul bentuk mikro.

Perkembangan media penyimpanan tidak hanya sampai dengan bentuk film maupun mikro, bentuk lebih ringkas muncul seiring dengan munculnya teknologi komputer. Bentuk ini ditandai dengan munculnya media penyimpan elektronik dalam bentuk disket, kemudian diikuti dengan munculnya CD-ROM. Perkembangan media penyimpanan tersebut pada akhirnya berpengaruh pada kepustakawanan (kegiatan perpustakaan).

Munculnya teknologi komputer (informasi) yang mampu mempersingkat dan mempermudah sistem kerja manusia juga mulai dikenal dalam lingkungan perpustakaan. Keuntungan penggunaan komputer ini diharapkan mampu menggantikan kegiatan-kegiatan perpustakaan yang bersifat repetitif (maksudnya kegiatan yang dialkukan berulang-ulang). Komputer juga bermanfaat sebagai alat komunikasi dan pertukaran informasi yang semakin dipermudah dengan berkembangnya teknologi jaringan komputer. Teknologi jaringan lebih mempermudah pemakai untuk mengetahui informasi yang dimiliki perpustakaan di tempat lain sehingga terjalin komunikasi antar perpustakaan. Komunikasi juga dapat terjadi antar lembaga informasi lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

Teknologi jaringan komputer semakin merebak di tingkat nasional maupun internasional. Teknologi jaringan internet maupun intranet memungkinkan kemudahan akses bagi setiap orang untuk mendapatkan informasi. Pengaruh teknologi (terutama teknologi komputer dan telekomunikasi), ternyata sangat besar di perpustakaan. Telah disebut diatas bahwa pengaruh adanya perkembangan teknologi mengakibatkan munculnya tipe-tipe perpustakaan yang berbasis teknologi, antara lain Perpustakaan Kertas, Perpustakaan Terotomasi, dan Perpustakaan Elektronik. Selain ketiga tipe perpustakaan tesebut masih ada satu tipe lagi, yaitu Perpustakaan Hibrida. Perpustakaan ini merupakan perpustakaan peralihan antara terotomasi dan elektronik. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga tipe perpustakaan diatas:

  1. Perpustakaan Kertas (Paper Library)

Perpustakaan dengan tipe seperti ini, teknik operasional (seperti pembelian, pengolahan, pengkatalogan dan sirkulasi) dan koleksi bahan pustaka (terutama teks) masih berbasis pada kertas dan karton. Boleh dikatakan, perpustakaan jenis ini masih menyimpan koleksi bahan pustaka dari kertas, ada juga koleksi selain kertas, misalnya clay tablets, vellum, film dengan frekuensi yang sangat sedikit. Layanan yang dijalankan pada perpustakaan kertas pun masih seperti perpustakaan-perpustakaan di Indonesia pada umumnya, sebelum muncul teknologi informasi.

  1. Perpustakaan Terotomasi (Automated Library)

Penerapan teknologi informasi terutama teknologi komputer untuk kepentingan perpustakaan sehingga yang terotomasi adalah teknik operasional perpustakaan, seperti pengadaan, sirkulasi, pengolahan, serta keperluan administrasi perpustakaan, sementara itu bahan pustakamasih berbentuk ketas sebagai medianya.

  1. Perpustakaan Elektronik (Electronic Library)

Tipe perpustakaan elektronik baik bahan pustaka maupun teknik operasional perpustakaan berubah ke bentuk elektronik. Konsep perpustakaan elektronik bahan pustaka yang tersedia dalam bentuk terbacakan mesin (machine readable), pemakai akan berminat untuk mengakses secara langsung dan keinginan akses akan tersedia.secara spekulatif seseorang dapat menyeimbangkan antara bahan pustaka kertas dengan elektronik apabila dikehendaki, seseorang dapat mengubah menjadi perpustakaan tanpa kertas (paperless libraries). Namun, masalah ini sesungguhnya tidak signifikan apabila diperbandingkan dengan asumsi akses terhadap bahan pustaka elektronik yang direncanakan akan selalu tersedia. Saat ini sudah banyak perpustakaan yang sudah menjadi “Perpustakaan Terotomasi” dan diharapkan akan segera menuju “Perpustakaan Elektronik”.

Perubahan operasional perpustakaan menjadi berbasis komputer serta ketersediaan bahan pustaka elektronik menunjukkan perubahan yang radikal terutama dalam pelayanan perpustakaan. Bentuk atau wujud bahan pustaka elektronik sangat berbeda dengan bahan pustaka cetak dengan media kertas dan bentuk mikro. Perubahan yang mempunyai koleksi bahan pustaka dalam bentuk elektronik bertujuan penyebaran informasi untuk kalangan yang lebih luas karena tipe perpustakaan, seperti ini koleksinya dapat diakses dengan cara berikut ini:

  • Jarak jauh
  • Lebih dari satu orang pada waktu bersamaan
  • Untuk lebih dari satu kepentingan

Sebenarnya perpustakaan elektronik itu merupakan sebuah jaringan kerja, apalagi dengan cara akses koleksi, seperti tesebut diatas. Apabila suatu perpustakaan akan mengembangkan menjadi perpustakaan elektronik, harus mempertimbangkan beberapa faktor, antara lain (Saptari, 2004) berikut ini:

  • Interaksi dan sirkulasi perpustakaan. Pertimbangannya pengguna dapat berinteraksi ke seluruh jaringan atau hanya perpustakaan tertentu.
  • Mata rantai pemakai/pengguna, yaitu mata rantai komunikasi perpustakaan dengan pemakai. Pertimbangan yang perlu diambil adalah pengguna langsung datang atau menggunakan berbagai media komunikasi yang ada, seperti telepon dan email.
  • Mengatur distribusi data. Perlu dikembangakan kebijakan mengenai titik jasa atau perpustakaan elektronik yang betanggung jawab atas sumber serta bagaimana cara sumber tersebut dimanfaatkan pihak lain. Ini menyangkut pembiayaan sumber informasi dan pembagian dana untuk perpustakaan anggota jaringan.
  • Bentuk jaringan. Bentuk jaringan yang akan dilaksanakan berdasarkan sistem perpustakaan dewasa yang ada atau mencari sistem lain.

Sedangkan perpustakaan hibrida adalah perpaduan antara “perpustakaan baru” berbasis informasi elektronik dengan “perpustakaan tradisional” yang berbasis informasi cetak. Keduanya saling berdampingan dan bersama-sama secara terintegrasi dalam memberikan layanan informasi. Akses yang disediakan dapat melalui pintu gerbang elektronik yang tersambung dengan internet (LAN) maupun sebagaimana layaknya perpustakaan tradisional. Berikut perbedaan perpustakaan hibrida dengan tipe perpustakaan yang tersedia pada situs web (website). Pertama, di satu sisi informasi dalam bentuk cetak tetap dipertahankan dan di sisi lain sumber informasi dalam bentuk elektronik mulai disediakan. Kedua, berusaha memusatkan perhatian dan memberikan layanan pada pemakai secara utuh baik “subjek spesifik maupun umum” untuk kelompok pemakai tertentu.

Daftar Pustaka
Purwono (2011). Perpustakaan da Kepustakawanan Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka.

Tipe-tipe Perpustakaan


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *