Home / Artikel / Tips Dasar Pembentukan Perpustakaan Desa

Tips Dasar Pembentukan Perpustakaan Desa


A. Pelaku Pembentukan

Tips Dasar Pembentukan Perpustakaan DesaPara pelaku pembentukan perpustakaan umum desa adalah pemerintah atau pemerintah daerah dan masyarakat di desa tersebut. Mereka terdiri dari atas kepala desa, perangkat desa, tokoh dan masyarakat setempat yang dibantu oleh instansi atau lembaga yang terkait. Pihak swasta yang peduli terhadap perpustakaan diharapkan juga turun tangan. Para pelaku pembentukan tersebut bermusyawarah untuk merumuskan kata sepakat berdasarkan aspirasi, keinginan dan kepentingan masyarakat untuk membangun perpustakaan. Mereka berupaya dalam rangka menyediakan fasilitas belajar milik bersama. Pelaku itu sendiri adalah pemangku kepentingan (Pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, Pemuda, Karang Taruna, Relawan, Instansi terkait dan Masyarakat). Biaya diharapkan diperoleh dari pemerintah desa, dan swadana dari masyarakat. Sementara pengelolaannya dilakukan bersama-sama warga yang direkrut dari dan untuk masyarakat berdasarkan prinsip swasembada, swadana, dan swakelola atau dari rakyat desa itu sendiri.

B. Maksud dan Tujuan

Pembentukan perpustakaan desa dimaksudkan agar pada setiap desa terdapat perpustakaan yang dikelola secara berdaya guna, berhasil guna dan proporsional, sehingga 9menjadi salah satu media/sarana untuk mengembangkan diri dan meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan masyarakat.

Sementara itu tujuan pembentukan, penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan umum desa bertujuan untuk melayani masyarakat. Sebuah upaya menyediakan fasilitas membaca, belajar yang memadai yang disesuaikan dengan kondisi, situasi, wilayah dan kebutuhan masyarakat. Setiap desa hendaknya membentuk perpustakaan sesuai dengan sifat yang khas, karakteristik, keunikannya. Suatu upaya untuk menfasilitasi warga dengan penguasaan informasi, ilmu pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi tantangan dan persoalan keseharian. Tujuan yang lebih rinci adalah sebagai berikut:

  1. Menunjang program wajib belajar dan program pendidikan keterampilan masyarakat lainnya.
  2. Menyediakan wahana mencerdaskan kehidupan masyarakat desa dan menumbuhkan daya kreasi, prakarsa dan swakarsa masyarakat melalui peningkatan gemar membaca dan semangat belajar masyarakat.
  3. Memberi semangat belajar dan hiburan yang sehat dalam memanfaatkan hal-hal yang bersifat membangun dalam waktu senggang.
  4. Menyediakan berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman keapda masyarakat dalam berbagai bidang.
  5. Menyediakan kebutuhan sarana edukasi, rekreasi, penerangan, informasi, dan penelitian bagi warga desa.

C. Konsep Dasar Pembentukan

Tips Dasar Pembentukan Perpustakaan DesaPerpustakaan desa dibentuk sebagai wujud pelayanan kepada pemustaka dan masyarakat. Pembentukan itu dilakukan oleh pemerintah daerah bersama-sama masyarakat. Upaya itu seharusnya dimulai dengan pemikiran-pemikiran atau ide yang konseptual dan analisa dari kebutuhan dan kebijakan. Pertama analisis kebutuhan dimaksudkan untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam bidang inforamsi dan ilmu pengetahuan. Kebutuhan itu dipelajari dianalisis, dijabarkan, dan diupayakan pemenuhannya. Wujud pemenuhan kebutuhan tersebut dilakukan dengan memberikan pelayanan yang menyenangkan dan memuaskan. Pengelola perpustakaan berusaha untuk memberikan layanan yang memadai. Dalam analisis itu akan diungkapkan dan diuraikan apa saja yang menjadi kebutuhan masyarakat dalam bidang informasi yang seharusnya dipenuhi oleh pemerintah pusat.

Pembentukan dan penyelenggaraan perpustakaan juga dimaksudkan untk menciptakan kebutuhan yang tadinya belum disadari oleh masyarakat. Cara itu sebagai salah satu motivasi dan memberikan rangsangan untuk mengembangkan kebutuhan informasi dan ilmu pengetahuan. Analisis itu dapat diartikan pula sebagai upaya untuk menyediakan fasilitas agar masyarakat memperoleh kemudahan-kemudahan untuk membaca dan belajar. Masyarakat diharapkan dapat mengikuti kemajuan, perkembangan dan menikmati nilai tambah atas kemajuan tersebut. Masyarakat desa dapat menjadi pelaku atau bagian dari perubahan dengan berbuat sesuat yang berarti dalam hidupnya.

Kedua, analisis kebijakan, yaitu langkah-langkah nyata yang arif dan bijak untuk membangun/membentuk perpustakaan desa. Ini merupakan inisiatif dari pemerintah desa/pemerintah daerah dan jajarannya. Berkat analisis itu akan dirumuskan dan dihasilkan keputusan-keputusan yang strategis yang mengarah pada segera dibentuknya perpustakaan umum desa. Pemerintah beranggapan bahwa dalam analisis untuk membuat fasilitas umum seperti perpustakaan desa sudah waktunya disediakan secara memadai sehingga masyarakat merasa diperhatikan dan dipenuhi kebutuhannya.

Analisis kebijakan untuk masa depan adalah suatu upaya untuk memprediksi perkembangan dan perubahan di masa depan. Perkembangan informasi dan ilmu pengetahun yang berlangsung cepat dan meluas. Salah satu sumbernya adalah perpustakaan, dokumentasi dan informasi. Pusat kajian, penelitian dan rekayasa seharusnya dapat diikuti dan dimanfaatkan oleh masyarakat luas, temasuk warga desa. Mereka yanga tidak mendapatkan akses informasi dengan cepat dan tepat akan merasa dirugikan dan ketinggalan zaman. Sementara kelompok yang dengan cepat dan tepat memperoleh informasi akan lebih diuntungkan. Antara keduanya akan terjadi perbedaan karena pengaruh perolehan dan kesempatan memanfaatkan informasi tersebut. Kondisi ini sedapat mungkin dinetralisir sehingga ada suatu kedekatan jarak dan pada gilirannya dapat maju bersama-sama. Perpustakaan umum desa diharapkan dapat menjadi mediator antara masyarakat dan sumber informasi dan ilmu pengetahuan dengan membuka akses dan kesempatan yang memadai.

D. Pelaksanaan Pembentukan

Proses yang menyangkut teknis pembentukan perpustakaan desa sekurang-kurangnya memenuhi syarat: memiliki koleksi perpustakaan, tenaga perpustakaan, sarana dan prasarana, sumber pendanaan, dan memberitahukan kepada Perpustakaan Nasional. Pemberitahuan ini dimaksudkan agar perpustakaan dicatat dalam daftar perpustakaan dan mendapatkan bantuan seperlunya, baik teknis maupun non-teknis. Agar pembentukan itu dapat berjalan lancar perlu diawali dengan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pelaksana pembentukan adalah pemerintah desa dan pemerintah daerah berkoordinasi dengan Perpustakaan Nasional RI dan melaporkan atas pembentukan perpustakaan desa. Koordinasi secara berjenjang melalui perpustakaan tingkat kecamatan, perpustakaan kabupaten/kota dan perpustakaan provinsi. Biaya pembentukan perpustakaan desa diharapkan bersumber dari pemerintah daerah masing-masing.
  2. Langkah / kegiatan pembentukan perpustakaan desa terdiri atas beberapa hal, yaitu menyusun rencana, anggaran, program kerja pembentukan yang mencakup dua hal. Pertama, rencana pelaksanaan pembentukan dan kedua pembuatan rencana pelaksanaan/penyelesaian pengadaan unsure-unsur pokok perpustakaan desa meliputi:
  • Organisasi
  • Gedung atau tuang
  • Koleksi bahan pustaka
  • Perlengkapan dan perabot
  • System atau metode
  • Mata anggaran
  • Tenaga pustakawan/pelaksana teknis perpustakaan

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

3 comments

  1. Saya berada d kabupaten kepulauan anambas…sebuah kabupaten yg termasuk terpencil..ingin membuat perpustakaan desa agar masyarakat terutama generasi muda gemar membaca
    Mohon bantuannya agar keinginan tersebut bisa terwujud

  2. Selamat pagi ijin, mohon petunjuk, bagaimana cara kami agar bisa mendapatkan bantuan buku terutama buat anak sd.keinginan sayamau membuat perpustakaan didesa tempat kami domisili.karena jauh dari gramedia dan blm ada perpustakaandesa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *