Home / Artikel / Pengembangan Pustakawan

Pengembangan Pustakawan


Sumber daya manusia di perpustakaan merupakan salah satu faktor atau pilar yang sangat penting. Oleh sebab itu harus selalu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Pengembangan pustakawan di perpustakaan (human recources) di perpustakaan harus dilakukan perencanaan yang baik agar perpustakaan memiliki SDM yang berkualitas. Seperti halnya pengembangan koleksi yang dilakukan untuk dapat selalu mengikuti perkembangan informasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat pemakai, maka sumber daya manusia harus terus-menerus dikembangkan. Pengembangan SDM terutama sumber daya otak ini, dilakukan sesuai dengan perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengembangan tersebut mencakup dua bidang yaitu:

  1. Kualitas pengetahuan (knowledge), ketrampilan (skill), dan sikap, kepribadian, perilaku (attitude). Pengembangan di bidang ini dilakukan dengan:
  • Mengikutsertakan dalam pendidikan formasi berjenjang seperti strata 1 dan strata 2, pendidikan diploma dan akademi.
  • Mengikutsertakan pegawai di dalam pendidikan dan pelatihan (Diklat) pegawai (in the job training)
  • Mengikutsertakan pegawai dalam kursus-kursus dan sejenisnya.
  • Mengikutsertakan pegawai dalam pendidikan professional (of the job training). Misalnya untuk menambah kemampuan bahasa, komputer, dan teknologi informasi lainnya.
  • Mengikutsertakan pegawai dalam latihan jabatan, pra jabatan, magang, dan sejenisnya.
  1. Kuantitas (jumlah)

Pembinaan sumber daya manusia menurut jumlah mengacu kepada perkembangan kebutuhan. Hal itu dilakukan dengan tiga cara, yaitu:

loading...
  • Menambah jumlah pegawai, apabila terjadi perkembangan organisasi, yang berarti tersedia formasi baru dan volume pekerjaan bertambah, sehingga harus diisi dengan pegawai baru atau memindahkan dari tempat lain agar semua kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.
  • Mengurangi jumlah pegawai, apabila terjadi perampingan struktur organisasi, karena penggabungan atau penghapusan sebagian dari struktur yang sudah ada. Hal itu dilakukan untuk mengurangi atau menghindari pemborosan, pengangguran terselubung, dan untuk menciptakan suasana kerja yang sehat. Penanganannya dilakukan dengan sangat hati-hati dan memperhatikan profesionalisme, pengalaman, nasib pegawai yang akan terkena reorganisasi agar tidak terjadi gejolak, keresahan, dan terabaikannya tugas dan fungsi organisasi.
  • Mempertahankan yang ada, namun dilakukan efisiensi dan efektifitas agar terjadi penghematan, waktu, tenaga, dan biaya serta sarana dan prasarana, namun tujuan dapat tercapai dengan lebih baik.

Agar upaya pembinaan sumber daya manusia perpustakaan tersebut dapat berhasil baik, maka harus memperhatikan kebutuhan organisasi, ketersediaan sarana dan prasarana, biaya, materi, jabatan dan posisi pengisian/penempatan, dan kecenderungan yang terjadi. Di samping mempertimbangkan unsure ekonomis dan praktis. Pembinaan kemampuan dan potensi sudah dilakukan, tetapi tidak ditindaklanjuti dengan pemberian posisi yang sesuai, dapat berpengaruh terhadap semangat kerja pegawai yang sangkutan. Di samping merupakan pemborosan baik waktu, tenaga, materi, dan energi.

Daftar Pustaka

Sutarno NS (2006). Manajemen Perpustakaan: suatu pendekatan praktik. Jakarta: Sagung Seto.

 

Pengembangan Pustakawan


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...