Home / Artikel / Perencanaan Perpustakaan

Perencanaan Perpustakaan


Perencanaan Perpustakaan – Perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang apa yang akan dijalankan dalam rangka mencapai tujuan tertentu. Didalamnya meliputi tempat, oleh siapa pelaku atau pelaksana, dan bagaimana tata caranya mencapai itu. Setiap rencana mengandung tiga ciri khas, yaitu:

  • Selalu berdimensi waktu yang akan datang atau ke masa depan,
  • Selalu mengandung kegiatan-kegiatan tertentu dan bertujuan tertentu,
  • Memiliki alasan, sebab, atau landasan, baik secara personal, organisasional, maupun kedua-keduanya. Mutu perencanaan akan ditentukan oleh beberapa faktor, seperti pandangan hidup, pengetahuan, dan kemampuan pribadi perencana (planner).

Suatu perencanaan akan diawali dengan ramalan atau perkiraan tentang keadaan atau situasi yang akan datang. Oleh sebab itu perencanaan adalah suatu ramalan atau situasi mengenai keadaan atau situasi yang akan datang berdasarkan suatu analisi keadaan sekarang. Jadi setiap perencanaan selalu didahului oleh suatu ramalan. Selanjutnya proses berpikir untuk menentukan pilihan atau alternatif tertentu diantara sejumlah pilihan yang ada. Alternatif adalah suatu tata hubungan antara sesuatu (tindakan, perbuatan, sikap) dan berujung pada suatu akibat atau hasil, seperti keputusan atau desisi. Perencanaan memerlukan kemampuan-kemampuan berpikir tertentu, oleh karena itu tidak setiap orang dapat menjadi perencana. Apabila sebuah perpustakaan tidak dapat membuat perencanaan yang baik, maka mungkin juga tidak akan dapat menjalankan manajemen sebagaimana mestinya. Oleh karena itu kunci seni dan keberhasilan manajeman terletak dan dimulai pada perencanaan. Bagi para perencana diperlukan sekurang-kurangnya tiga kemampuan berpikir, yaitu:

  • Berpikir secara trayektoris, artinya melihat ke depan (futuristik, memperkirakan keadaan, trayek atau jalan lintas yang akan di tempuh).
  • Berpikir secara kualitatif, artinya dapat mengenal, melihat dan menentukan segala sesuatu yang akan diperlukan, seperti, kebutuhan tenaga manusia, dengan persyaratan tertentu, antara lain kemampuan, ketrampilan, jumlah, kebutuhan dana, sarana dan prasarana, peralatan dan perlengkapan.
  • Berpikir secara kuantitatif, artinya dapat melihat dimensi-dimensi, mengukur, menghitung, membuat jadwal, dan berpikir secara matematis.

Perencanaan akan menghasilkan rencana. Bentuk dan wujud rencana yang praktis dan pragmatis akan sangat mempermudah pelaksanaan dan pengawasan. Bentuk dasar suatu rencana adalah:

  • Sesuatu rumusan yang akan dicapai
  • Kebijakan sebagai pedoman untuk mengambil keputusan di masa yang akan datang
  • Prosedur, metode, dan proses tata kerja dalam menyelesaikan pekerjaan
  • Program kerja dan jadwal pelaksanaan kegiatan secara berurutan
  • Anggaran yang dibutuhkan
  • Jaringan, diagram, disain, maket, pola dan model yang dijadikan pedoman untuk menyelesaikan pekerjaan.

Perencanaan merupakan proses dan kegiatan pimpinan (manajer) yang terus menerus. Maksudnya setiap kali timbul sesuatu yang “baru”, baik masalah, hal, situasi maupun kondisi, maka perlu dibuat rencana atau diperbarui rencana yang sudah ada, dalam bentuk suatu keputusan (decision), terlebih dulu. Kemudian perencanaan yang baru itu harus diperintahkan untuk dilaksanakan. Tanpa keputusan dan perintah (komando) tidak akan ada pelaksanaan dan penyelenggaraan. Kita telah menerima pendapat yang menyatakan bahwa manajemen itu sendiri sebagai seni (art), di samping merupakan ilmu. Nilai seninya terutama terletak perencanaan. Oleh sebab itu seseorang pemimpin harus mengembangkan dirinya untuk melatih diri dalam berpikir secara sistematis, dan rasional dalam mengenali dan merumuskan masalah, dalam menilai dan menganalisis pribadi orang-orang, kondisi dan situasi dalamn menilai dan menginterpretasi fakta, data, dan informasi. Akhirnya melatih diri dalam keberanian untuk mengambil keputusan. Tugas yang sulit dalam perencanaan adalah pertama, mengenai orang, baik dalam arti pribadi, oknum, pelaku, perilaku, kelompok, grup, maupun masyarakatnya. Kedua, adalah mengenai keterbatasan pada diri manusia itu sendiri, bahwa ia (mereka) tidak bisa meramal dengan tepat keadaan hari depan. Dengan demikian maka perencanaan itu dapat kita rumuskan sebagai:

  • Aktifitas pengumpulan data dan informasi, beserta pemikiran untuk menentukan apa yang akan dicapai, apa yang harus dilakukan, bagaimana urutannya, fasilitas yang diperlukan. Untuk menjawab pertanyaan: mengapa harus demikian, kapan waktunya, siapa yang terlibat, dan bagaimana cara menjalankannya?
  • Membuat pasti untuk dicapai atau dijalankan (faktor penguasaan dan kontrol).
  • Menentukan dan merumuskan segala apa yang dituntut atau dikehendaki oleh organisasi yang dipimpinnya.

Sebuah perencanaan yang baik, adalah yang rasional, dapat dilaksanakan, dan menjadi panduan langkah selanjutnya. Oleh karena itu perencanaan tersebut sudah merupakan permulaan pekerjaan yang baik dari proses pencapaian tujuan organisasi.

Daftar Pustaka

Sutarno NS (2006). Manajemen Perpustakaan: suatu pendekatan praktik. Jakarta: Sagung Seto.

Perencanaan Perpustakaan


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *