Home / Artikel / Kegiatan Pemeliharaan Koleksi

Kegiatan Pemeliharaan Koleksi

loading...

Kegiatan pemeliharaan koleksi di perpustakaan meliputi 3 kegiatan, yaitu:

  1. Pelestarian (preservation): Pelestarian koleksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mempertahankan koleksi agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Tidak setiap perpustakaan harus melakukan kegiatan pelestarian koleksi dalam bentuk aslinya, tergantung pada jenis, tujuan dan fungsi perpustakaan. Suatu perpustakaan mungkin hanya mengimpan koleksi terakhir atau hanya menyimpan bentuk mikro atau fotokopiannya saja, sehingga hanya melakukan pengawetan tanpa harus melakukan pelestarian. Bentuk pelestarian bahan pustaka misalnya adalah fotokopi, microfilm, mikrofis, filmstrip, slide, CD-ROM.
  2. Pengawetan (conservation): Pengawetan koleksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk melindungi koleksi dari kerusakan dan kehancuran. Koleksi yang terbuat dari kertas merupakan bahan yang mudah terbakar, mudah robek, mudah rusak karena dimakan serangga, kena noda, debu dan jamur. Oleh karena itu, koleksi perpustakaan perlu dilindungi dengan cara membersihkan debu, mengadakan pengasapan untuk membunuh serangga dan jamur, dan menghilangkan noda. Pengawetan perlu dilakukan secara rutin agar informasi yang terdapat dalam koleksi selalu terjaga dengan baik dan utuh.
  3. Perbaikan (restoration): Perbaikan koleksi adalah kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki koleksi yang rusak sehingga dapat digunakan lagi. Perbaikan koleksi meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
  • Penjilidan: Kegiatan penjilidan adalah proses perbaikan koleksi dengan cara menyusun atau merangkai lembaran-lembaran kertas, kemudian dijahit atau dilem. Kegiatan ini meliputi perbaikan bahan pustaka yang lembaran halamannya terlepas dan pembundelan bahan pustaka. Langkah-langkah yang dilakukan dalam proses perbaikan dengan cara penjilidan adalah sebagai berikut:
  1. Kuras, yaitu lembaran-lembaran buku yang telah dilipat dan saling disisipkan sesuai nomor halamannya untuk dijahit satu dengan yang lain, seingga akhirnya membentuk isi buku atau blok buku
  2. Isi buku atau blok buku kemudian dipres sambil dilem. Pada sistem jilid tanpa benang (perfect binding), blok buku dilem pada punggungnya
  3. Lembar pelindung ditempelkan pada lembaran pertama dan lembaran terakhir isi buku
  4. Isi buku yang sudah dilapisi lembaran pelindung dapat dipotong/ dirapikan sesuai ukuran yang dikehendaki
  5. Isi buku dibentuk melengkung atau lurus/ siku, sesuai dengan yang diinginkan
  6. Temple atau rekatkan pita capital untuk pemanis di samping dapat juga menambah kekuatan pada bagian kepala dan ekornya
  7. Temple kain kasa, sebelum digabung dengan sampul atau kulit buku yang telah disiapkan
  • Pembuatan sampul buku:
  1. Memotong karton tebal sebanyak dua lembar untuk bagian atas dan bawah, dengan ukuran lebar sesuai dengan blok buku, sedangkan panjangnya sesuai dengan blok buku ditambah pias buku
  2. Memotong lajur punggung, biasanya menggunakan karton yang lebih tipis, dengan ukuran panjang plat blok buku dan lebar sesuai tebal buku
  3. Memotong sisa-sisa potongan kertas dengan ukuran panjang plat blok buku dan lebar 2 kali ketebalan blok buku
  4. Memotong mal/pola dengan ukuran setengah kali panjang plat blok buku
  5. Penggabungan plat atas dan bawah dengan lajur punggung dibantu dengan mal dan penempelan sisa potongan
  6. Pemotongan kain linen dengan ukuran 2x lebar plat + 2x lebar jalur + 2 knip (0,5 cm) + tebal karton tebal + 2x lipatan (2 cm) untuk panjang linen, sedangkan untuk lebarnya diukur dari panjang plat + 2 lipatan (1,5 cm) + tebal karton tebal
  7. Penggabungan plat atas dan bawah yang ditempelkan pada linen dan jadilah sampul buku
  8. Penempelan blok buku dengan sampul, biasanya dengan cara pengeleman
  9. Buku dipres
  • Perbaikan punggung buku yang rusak:
  1. Dilem
  2. Diganti kertas sisi/ penutup dan dilapisi dengan kain penguat/ kasa
  • Perbaikan halaman buku rusak:
  1. Diberi perekat kedua sisinya yang sobek untuk ditempelkan kembali
  2. Bila ada halaman buku yang sobek dan tidak mungkin direkatkan dengan lem, maka dapat diperbaiki dengan memfotokopi atau menscan halaman yang rusak itu (dari buku dengan judul yang sama) kemudian direkatkan kembali
  • Perbaikan halaman yang lepas: memberi lem pada punggung halaman untuk menempelkan halaman yang lepas itu, lalu dipres agar lemnya kuat dan rata
  • Penyampulan bahan pustaka: bahan pustaka diberi sampul plastic atau kertas supaya lebih awet dan tidak mudah kotor.

Daftar Pustaka

Rahayuningsih, F. (2007). Pengelolaan Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu

Kegiatan Pemeliharaan Koleksi


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...