Home / Artikel / Kompetensi Individual Pustakawan

Kompetensi Individual Pustakawan


Kompetensi Individual Pustakawan – Sedangkan untuk keterampilan individu yang perlu dimiliki pustakawan dalam menghadapi tantangan global meliputi:

  • Mempunyai komitmen untuk memberikan layanan prima. Contoh: selalu mencari masukan tentang kinerja perpustakaan dan menggunakannya untuk pengembangan berkelanjutan.
  • Mencari tantangan dan melihat peluang baik di dalam maupun di luar perpustakaan. Contoh: mengambil peran baru di perguruan tinggi yang membutuhkan penguasa informasi.
  • Berpandangan luas. Contoh: menyadari bahwa penelusuran informasi dan penggunaan informasi adalah bagian dari proses kreatif untuk memenuhi kebiutuhan individu dan juga untuk perguruan tinggi.
  • Mencari mitra kerja dan asosiasi baru. Contoh: mencari asosiasi dengan para professional di bidang system manajemen informasi untuk mengoptimalkan pengetahuan dan ketrampilan dasar.
  • Menciptakan lingkungan untuk saling hormat dan percaya. Contoh: memperlakukan orang lain dengan penuh hormat dan mengharap akan diberlakukan dengan baik oleh orang lain.
  • Memiliki ketrampilan komunikasi yang efektif. Contoh: menjadi pendengar yang baik dan melatih staf untuk dapat menyelesaikan masalahnya sendiri.
  • Mampu bekerja secara tim dengan baik. Contoh: belajar tenang kebijaksanaan tim serta mencari peluang untuk membangun kebersamaan tim.
  • Memiliki sifat kepemimpinan. Contoh: belajar dan menanamkan kualitas pemimpin yang baik dan mengetahui kapan harus menerapkan sifat kepemimpinannya.
  • Mampu merencanakan, memprioritaskan dan memusatkan pada hal-hal yang kritis. Contoh: menyadari bahwa untuk menggunakan sumberdaya yang efektif, dibutuhkan perencanaan berkelanjutan yang teliti.
  • Mempunyai komitmen untuk belajar sepanjang hayat dan merencanakan jenjang karirnya. Contoh: berkomitmen untuk karir pribadi yang membutuhkan pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan pengetahuan.
  • Memiliki ketrampilan bisnis dan mampu menciptakan peluang baru. Contoh: menyadari bahwa, di dunia kerja yang terus berubah, kewirausahaan dan ketrampilan untuk menjalankan usaha kecil adalah ketrampilan penting.
  • Menyadari nilai dari jaringan kerja dan solidaritas professional. Contoh: aktif di dunia profesi pustakan seperti pustakawan seperti IPI, ISIPII, FPPTI, dll.
  • Bersifat luwes dan positif menghadapi perubahan yang berkelanjutan. Contoh: selalu bersikap positif dan membantu yang lain untuk melakukan hal yang sama.

Senada dengan Marshall dkk., Sharma (2005) juga menyatakan bahwa di era global saat ini pustakawan memerlukan kompetensi:

  • Pengetahuan dan ketrampilan
  1. Sumber-sumber ilmu pengetahuan (buku, jurnal, dan internet)
  2. Fasilitas dan sumberdaya teknologi (komputer, OPAC, situs Web, server file LAN dsb)
  3. Sumberdaya keuangan (budget), sumberdaya manusia (ketrampilan untuk pelatihan tenaga kerja)
  • Kompetensi professional
  1. Menerima perubahan
  2. Pengetahuan tentang interaksi pemustaka dengan sumber-sumber ilmu pengetahuan
  3. Menyediakan layanan yang berkualitas
  4. Mudah beradaptasi, luwes dan tangguh
  5. Mempunyai banyak gagasan
  6. Memiliki keterampilan berkomunikasi yang istimewa, dan secara berkelanjutan memperkini pengetahuan dasarnya dengan mengikuti perkembangan terbaru
  7. Menciptakan kesadaran diantara pemustaka dan membuatnya dapat menerima perubahan
  8. Menjadi seorang yang memiliki strategi pengelolaan informasi
  • Pengetahuan teknik
  1. System operasi – windows, unix, linus
  2. World processing, graphic, spread sheet
  3. Data management systems, termasuk ketrampilan sistem manajemen pangkalan data bibliografis
  4. Pemrograman untuk tujuan umum, networking
  5. Pengembangan situs web dan manajemen isi
  6. Software penelusuran informasi untuk online, CD-ROM dan internet
  7. Paket software perpustakaan: faham dengan alat-alat perpustakaan digital.

Sementara itu Hashim dan Mokhtar (2005) menambahkan ketrampilan untuk mempertahankan hidup, seperti:

  • Mempelajari kehidupan sekitar dan mengambil keputusan dengan cepat
  • Menganalisis bidang profesi dan kemana tujuan akhirnya secara kritis
  • Memanfaatkan manajemen waktu untuk menyiapkan diri agar siap menghadapai peran-peran baru
  • Mengelola perubahan
  • Bekerja bersama-sama (karena tidak mungkin untuk dapat memantau perkembangan baru tanpa bantuan teman lain)
  • Belajar mandiri
  • Berpikir kreatif
  • Mengevaluasi kekuatan dan kelemahan pribadi untuk perkembangan dan pembelajaran seumur hidup

Tidak berbeda dengan pendapat sebelumnya, Larsen (2007) mengatakan bahwa kompetensi pustakawan di era global meliputi:

  • Pengetahuan dan ketrampilan dalam:
  1. Teknologi informasi dan komunikasi
  2. Penelusuran informasi
  3. Ekonomi informasi
  4. Pengetahuan tentang subyek khusus
  5. Metode dan teori pedagogis
  6. Statistik untuk manajemen proyek
  7. Pemasaran
  8. Aspek hukum/ kontrak negosiasi
  9. Metode tes dan pengukuran
  • Ketrampilan individual seperti:
  1. Komunikasi
  2. Mempunyai komitmen
  3. Siap berubah
  4. Perencanaan individu
  5. Kemauan untuk belajar
  6. Manajemen stress
  7. Ketrampilan pedagogis
  • Sikap mampu atau bersedia untuk:
  1. Berbagi pengetahuan
  2. Bekerjasama dalam tim
  3. Mengatasi konflik
  4. Sifat humor

Disamping kompetensi diatas, pustakawan harus pandai berkomunikasi dengan bahasa Inggris baik secara lisan maupun tulisan. Karena bahasa Inggris adalah bahasa Internasional dan juga bahasa komunikasi intelektual.

Dari informasi diatas menunjukkan bahwa pustakawan, untuk memberi layanan prima, membutuhkan kompetensi professional dan kompetensi individual. Kompetensi profesional umumnya diperoleh dari sekolah, workshop, pelatihan dll. Sedang untuk kompetensi individual umumnya diperoleh dari membaca buku-buku pengembangan diri, kegiatan di luar kerja seperti outbond dan pengalaman dalam melayani pemustaka.

Dengan kompetensi tersebut, tantangan global yang semakin besar dapat diatasi, dan mereka akan terus dapat berperan aktif untuk menunjang aktivitas institusi induknya.

Daftar Pustaka

Hashim, LB dan Mokhtar,WNHW. 2005. Trends and issue in preparing new libraries and information professionals.

Larsen, G. 2007. Preparing library staff for reference and information works in the hybrid library – the need for skills and continuing professional development.

Sharma, P. L. 2005. Changing role if libraries in digital era and need professional skills, efficiency and competency.

Achmad, Et all. (2012). Layanan Cinta: Perwujudan Layanan Prima Perpustakaan. Jakarta: Sagung Seto.

Kompetensi Individual Pustakawan


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *