Home / Artikel / Taman Bacaan Masyarakat

Taman Bacaan Masyarakat


Taman bacaan rakyat atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM), merupakan salah satu embrio atau cikal bakal jenis perpustakaan umum yang berkembang di Indonesia. Perpustakaan itu telah berkembang sejak lama, dan sampai sekarang masih tetap eksis, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak. Keberadaan taman-taman bacaan rakyat itu dimulai ketika pemerintah mengembangkan perpustakaan umum dengan tipe tertentu, misalnya tipe A, B dan C. Perpustakaan-perpustakaan tersebut dimaksudkan untuk mendukung program pemberantasan buta huruf (PBH). Perpustakaan yang berbasis pada masyarakat (community based library). Taman bacaan secara fisik memang bukan/belum dikatakan perpustakaan, meskipun fungsinya tidak berbeda, yakni sebagai sumber ilmu yang dapat dimanfaatkan oleh setiap orang.

Kini di tengah-tengah masyarakat telah tumbuh kesadaran tentang pentingnya perpustakaan sebagai salah satu pusat informasi dan tempat untuk belajar dan memperoleh bahan bacaan, maka taman bacaan makin berkembang. Pengelola taman bacaan terdiri atas kelompok-kelompok dalam masyarakat, yayasan, dan ada pula perorangan, yang disebut swakelola. Sumber pembiayaan bervariasi, seperti dari donator, pribadi, yayasan dan swadaya masyarakat alias swadana. Pada hakikatnya keberadaan perpustakaan semacam itu sangat penting. Oleh sebab itu pemerintah daerah semestinya menyambut baik dengan memberikan perhatian dan bantuan, serta melakukan pembinaan dan pengembangan. Lembaga-lembaga itu merupakan asset bersama yang sangat berharga. Oleh karena itu perlu mendapatkan penanganan secara sungguh-sungguh dan mewadai didalam suatu lembaga, misalnya dalam forum. Karena secara langsung atau tidak langsung ikut berperan serta dalam membangun masyarakat mengenal dan memanfaatkan informasi, untuk mencerdaskan kehidupan masyarakat sebagaimana tertuang dalam program pemerintah di bidang pendidikan.

Namun perlu diakui bahwa taman bacaan masyarakat (TBM) keberadaannya tidak melembaga kuat, dan sangat tergantung kepada komunitas masyarakat yang peduli mengelola dan membiayainya. Artinya jika pengelolanya terus aktif, maka taman bacaan tersebut akan tetap eksis. Sebaliknya apabila karena satu dan lain hal, perhatian dan kepedulian pengelolanya menurun, maka akan langsung berdampak kelangsungan hidup taman bacaan tersebut. Oleh karena itu keadaannya selalu pasang dan surut. Sebagai insan perpustakaan yang sudah sadar tentang pentingnya wadah semacam itu, maka kita harus ikut bertanggung jawab untuk kelangsungan taman-taman bacaan itu.

Pemerintah dan lembaga-lembaga tertentu, yang peduli menaruh perhatian kepada taman bacaan yang berfungsi sebagai tempat-tempat belajar seharusnya mengambil prakarsa untuk memajukan taman bacaan masyarakat (TBM). Konsep untuk membina dan memajukan taman bacaan tersebut mesti disusun secara bersama-sama untuk merumuskan formula yang cocok dan dapat diterapkan. Sekiranya taman bacaan masyarakat tersebut merata dan berkembang baik di seluruh masyarakat, maka tidak disanksikan lagi bahwa kegemaran dan kebiasaan membaca yang masih dirasakan masih relatif terbatas akan menjadi kenyataan. Hal ini sekaligus untuk membuktikan bahwa minat membaca masyarakat telah tumbuh dan mengehendaki fasilitas membaca yang memadai, diantaranya taman bacaan masyarakat tersebut.

Taman Bacaan Masyarakat


loading...

About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...