Home / Artikel / Perkembangan Teknologi Informasi dan Katalog Perpustakaan dari Katalog Cetak ke OPAC

Perkembangan Teknologi Informasi dan Katalog Perpustakaan dari Katalog Cetak ke OPAC


Perkembangan Teknologi Informasi dan Katalog Perpustakaan dari Katalog Cetak ke OPAC

Perkembangan Teknologi Informasi dan Katalog Perpustakaan dari Katalog Cetak ke OPAC

                                     Nama Anggota  :        1. Henni Novitasari    (1554400041)

                                                                              2. Kapriko Amanda (1554400052)

                                                                              3. Chintia

                                     Kelas         : 13-Pus-B

                                     Dosen Pembimbing:   Shaleh Khudin, M.Hum.

 

 

UIN RADEN FATAH PALEMBANG

JURUSAN ILMU PERPUSTAKAAN

FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORAH

TAHUN AJARAN 2016/2017

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.

Teknologi informasi menurut Sulistyo Basuki yang termasuk teknologi informasi (TI) adalah antara lain mencakup teknologi komunikasi, sistem komunikasi optik, sistem pita-video dan cakram-video, komputer, bentuk mikro, komunikasi suara dengan bantuan komputer, jaringan kerja data, surat elektronik, dan video teks serta teleteksi. Penerapan teknologi informasi diperpustakaan saat ini sudah menjadi ukuran untuk mengetahui tingkat kemajuan dari perpustakaan tersebut, bukan lagi pada besarnya gedung yang dipakai, banyaknya rak buku, atau pun berjubelnya pengguna. Penerapan teknologi informasi diperpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk antara lain sebagai berikut ini;

  • Teknologi informasi digunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan;
  • Teknologi informasi sebgai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital.

Peran pustakawan dalam masyarakat informasi sebagai berikut ini agar mudah memahami:

  • Pencipta informasi;
  • Kolektor informasi;
  • Komunikator artinya peran pustakawan berkembang menjadi pekerja informasi, pekerja ekstensi dan spesialis subjek. Pustakawan harus memiliki keahlian dalam bidang informasi yang lain diluar bidang perpustakaaan.
  • Konsolidator adalah pustakawan dapat bertindak sebagai rujukan harus bisa menjawab semua pertanyaan yang ditunjukan oleh pemustaka dengan meggunakan sumber tercetak atau sumber elektronik.

B. Rumusan Masalah.

  • Apa [erkembangan teknologi informasi?
  • Apa efek atau dampak dari teknologi informasi?

 

PEMBAHASAN

Perkembangan Teknologi Informasi dan Katalog Perpustakaan dari Katalog Cetak ke OPAC (Online Public Acces Catalog).

 A. Perkembangan Teknologi Informasi.

Teknologi informasi menurut Sulistyo Basuki yang termasuk teknologi informasi (TI) adalah antara lain mencakup teknologi komunikasi, sistem komunikasi optik, sistem pita-video dan cakram-video, komputer, bentuk mikro, komunikasi suara dengan bantuan komputer, jaringan kerja data, surat elektronik, dan video teks serta teleteks.

Penerapan teknologi informasi diperpustakaan saat ini sudah menjadi ukuran untuk mengetahui tingkat kemajuan dari perpustakaan tersebut, bukan lagi pada besarnya gedung yang dipakai, banyaknya rak buku, atau pun berjubelnya pengguna. Semakin canggih dan otomatisnya kinerja perpustakaan maka semakin maju perpustakaan ini. Alasannya sederhana dengan teknologi informasi maka akan lebih banyak yang dikerjakan dan dilayani. Klasifikasi pembagian perpustakaan sesuai penerapan teknologi informasi yang digunakan menjadi;

  • Perpustakaan tradisional yaitu perpustakaan yang sudah sering kita lihat dengan berbagai rak koleksi buku serta pencatatan manual oleh petugas pustakawan;
  • Perpustakaan terotomasi yaitu perpustakaan yang dalam pengelolaannya (pencatatan, perekapan, dan pencetakan) sudah menggunakan teknologi komputer;
  • Perpustakaan digital yaitu perpustakaan dengan sistem informasi manajemen menggunakan teknologi informasi ditambah koleksi-koleksi digital baik berupa jurnal, e-book, CD audio, maupun koleksi video.
Gambar koleksi atau bahan pustaka diperpustakaan
Gambar koleksi atau bahan pustaka diperpustakaan

Penerapan teknologi informasi diperpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk antara lain sebagai berikut ini;

  • Teknologi informasi digunakan sebagai sistem informasi manajemen perpustakaan;
  • Teknologi informasi sebgai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam format digital.
Gambar penerapan teknologi informasi diperpustakaan
Gambar penerapan teknologi informasi diperpustakaan

 

B. Efek Perkembangan Teknologi Informasi Terhadap Masyarakat Pemakai.

Perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa pengaruh pada pemakai dalam bentuk sebagai berikut ini:

  • Meningkatkan tingkat melek teknologi;
  • Meningkatnya tuntutan pada akses yang lebih cepat dan baik pada informasi;
  • Meningkatnya kesenjangan antara kelompok kaya informasi dan miskin informasi.

Dampak teknologi informasi terhadap seorang pustakawan sebagai berikut ini:

  • Pustakawan perlu memiliki pengetahuan tentang teknologi informasi;
  • Pustakawan perlu memiliki keterampilan teknologi informasi;
  • Pustakawan memerlukan alat teknologi informasi dalam berbagai program;
  • Pustakawan perlu belajar terus menerus dalam konteks teknologi informasi yang terus menerus berubah;
  • Lembaga pendidikan pustakawan harus mengintegrasikan teknologi informasi dalam kurikulum dan pelatihan guna menghasilkan lulusan yang mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan yang selalu berubah.

Peran pustakawan dalam masyarakat informasi sebagai berikut ini agar mudah memahami:

  • Pencipta informasi;
  • Kolektor informasi;
  • Komunikator artinya peran pustakawan berkembang menjadi pekerja informasi, pekerja ekstensi dan spesialis subjek. Pustakawan harus memiliki keahlian dalam bidang informasi yang lain diluar bidang perpustakaaan.
  • Konsolidator adalah pustakawan dapat bertindak sebagai rujukan harus bisa menjawab semua pertanyaan yang ditunjukan oleh pemustaka dengan meggunakan sumber tercetak atau sumber elektronik.

Arah gejala perkembangan perpustakaan dengan berkembangnya sebuah teknologi informasi sebagai berikut ini:

  • Perpustakaan menjadi digital;
  • Perpustakaan akan masuk ke berbagai jaringan;
  • Jenis koleksi perpustakaan akan berubah komposisinya;
  • Perpustakaan akan memiliki akses ke informasi global;
  • Perpustakaan bersifat atau menjadi maya atau virtual.

C. Faktor Pengerak Teknologi Informasi

Faktor penggerak meningkatnya tuntutan penggunaan teknologi informasi diperpustakaan adalah:

  • Kemudahan mendapatkan produk teknologi informasi;
  • Harga semakin terjangkau untuk memperoleh produk teknologi informasi;
  • Kemampuan teknologi informasi;
  • Tuntutan layanan masyarakat serta “klik”.

D. Tujuan Penggunaan Teknologi Informasi.

Berikut manfaat yang bisa dipetik dari penerapan teknologi informasi di perpustakaan;

  • Mengefisiensikan dan mempermudah pekerjaan dalam perpustakaan;
  • Memberikan layanan yang lebih baik kepada pengguna perpustakaan;
  • Meningkatkan citra perpustakaan;
  • Pengembangan infrastruktur nasional, regional, dan global.

Manfaat penggunaan teknologi informasi dalam perpustakaan antara lain sebagai berikut ini;

  • Meningkatkan kualitas layanan;
  • Memberikan kemudahan dalam ppengambilan keputusan;
  • Pengembangan otomasi perpustakaan.

E. Katalog

Katalog yang diserap dalam Bahasa Indonesia berasal dari kata Catalog dalam Bahasa Belanda, serta Catalogue dari Bahasa Inggris. Istilah katalog berasal dari frase Yunani Katalogos. Kata bermakna sarana atau menurut, sedangkan Logos memiliki berbagai arti seperti kata, susunan, alasan dan nalar. Jadi katalog daari segi kata bermakna sebuah karya dengaan isinya disusun menurut cara yang masuk akal. Menurut sebuah himpunan rencana, atau hanya berdasarkan kata demi kata. Dua kata kunci yang perlu dipahami dari arti katalog ini yaitu;

  • Merupakan daftar buku atau dokumen;
  • Buku atau pendoman yang didaftar itu harus terdapat pada suatu tempat, dalam hal ini perpustakaan atau pusat informasi.

Katalog ini sebenarnya bisa berupa:

  • Lembaran-lembaran kertas lepas;
  • Lembaran-lembaran lepas yang dibukakan;
  • Berupa kartu-kartu.
1. Katalog pada lembaran lepas
1. Katalog pada lembaran lepas

 

2. Katalog pada lembaran yang
2. Katalog pada lembaran yang

 

3. Katalog berupa kartu
3. Katalog berupa kartu

Katalog perpustakaan adalah daftar buku dalam sebuah perpustakaan atau dalam sebuah koleksi. Jadi dapat kita simpulkan bahwa katalog adalah daftar informasi pustaka atau dokumen yang ada diperpustakaan atau toko buku maupun penerbit tertentu. Daftar tersebut bisa berbentuk kartu, lembaran, buku atau bentuk lain yang memuat informasi mengenai pustaka atau kepustakaan yang terdapat diperpustakaan atau unit informasi.

Tujuan katalog atau objek katalog diuraikan oleh Pustakawan Cutter pada tahun 1876 sebagai berikut ini;

1. Memungkinkan seseorang menemukan sebuah buku yang diketahui;

  • Pengarang atau;
  • Judul atau;
  • Subjeknya.

2. Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan;

  • Oleh pengarang tertentu;
  • Berdasarkan subjek tertentu;
  • Dalam jenis literatur tertentu.

3. Membantu dalam pemilihan buku;

  • Berdasarkan edisinya
  • Berdasarkan karakternya (sastra ataukah berdasarkan topik).

Adapun beberapa Fungsi katalog dapat diidentifikasi kedalam dua hal sebagai berikut ini;

  • Katalog berfungsi sebagai alat komunikasi (an instrument of communication) yang menginformasikan koleksi yang dimiliki oleh suatu perpustakaan;
  • Katalog berfungsi sebagai wakil koleksi.

Manfaat katalog antara lain sebagai berikut ini;

  • Sebagai sarana untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada pada sebuah perpustakaan:
  1. Yang ditulis oleh pengarang tertentu;
  2. Dengan judul tertentu;
  3. Mengenai sabjek tertentu.
  • Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada diperpustakaan lain;
  • Untuk mengetahui buku-buku apa saja beredar dipasaran;
  • Untuk mengetahui buku-buku apa saja yang ada dan diterbitkan disuatu negara;
  • Sebagai sarana pemilihan koleksi untuk perpustakaan;
  • Sebagai sarana promosi buku bagi toko buku atau penerbit.

Macam-macam katalog yang sering ditemui diperpustakaan adalah sebagai beriku ini;

  • Katalog nasional adalah katalog yang memuat informasi mengenai dokumen yang diterbitkan oleh suatu negara dan disimpan pada suatu lokasi atau perpustakaan tertentu, biasanya diterbitkan oleh perpustakaan nasional suatu negara. Contoh katalog nasional:

Santoso,Wartini.KATALOG MAJALAH TERBITAN INDONESIA

loading...

                TAHUN 1942-1980 KOLEKSI PERPUSTAKAAN

                NASIONAL.Jakarta:Perpustakaan Nasional, Departemen

                Pendidikan dan kebudayaan,1982.

  • Katalog induk adalah mendaftar buku-buku yang ada di beberapa perpustakaan yang bergabung untuk melakukan kerjasama seperti kerjasama pelayanan dan sebgai berikut ini. Contoh katalog induk:

KATALOG INDUK MAJALAH=UNION CATALOGUE OF

           SERIALS.Jakarta:Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah,1984.

KATALOG INDUK MAJALAH PERPUSTAKAAN BADAN KERJA

           SAMA PERGURUAN TINGGI NEGERI BAGIAN BARAT

           1934-1989. Katalog ini mendaftar majalah yang dimiliki atau dilanggan oleh sebelas perpustakaan perpguruan tinggi negeri di Indonesia bagian barat (Sumatera dan Kalimatan Barat).

Gambar katalog induk nasional
Gambar katalog induk nasional
  • Katalog penerbit atau toko buku adalah buku yang diterbitkan atau dijual oleh dijual suatu penerbit atau toko buku, fungsi katalog sebagai sarana promosi bagi penerbit atau toko buku. Contoh katalog penerbit atau toko buku:

             DAFTAR BUKU 1987-1988.Jakarta:Ikatan Penerbit Indonesia

(IKAPI),1978.

             EBSON subscription service 1990-1991.LIBRARIAN’S

HANDBOOK:A GUIDE TO PERIODICAL/SERIALS.

  • Daftar Tambahan buku dan majalah adalah suatu penerbitan yang dikeluarkan oleh perpustakaan untuk memberitahukan kepada pengguna perpustakaan ini termasuk perpustakaan lain, adanya buku-buku dan majalah yang baru diterima oleh perpustakaan itu. Contoh daftar tambahan buku an majalah:

            DAFTAR TAMBAHAN MAJALAH DAN BUKU

BARU:PENERIMAAN BULAN OKTOBER,NOVEMBER,DAN

DESEMBER 1990.Pasuruan:Pusat Penelitian Perkebunan Gula Indonesia.Tiga bulanan.

Gambar cover tambahan koleksi.
Gambar cover tambahan koleksi.

Bentuk fisik katalog sebagai berikut ini:

1. Katalog bentuk buku merupakan katalog yang tersusun dalam 1 buku, katalog ini berbentuk buku setiap lembarannya bisa berisi uraian beberapa judul buku setiap lembaran tersedia kolom-kolom untuk ciri-ciri buku seperti kolom judul, kolom pengarang, kolom kota ternit dan sebagainya. Keuntungan dari katalog buku ini yaitu:

a. Dapat dibawa kemana-mana; dan

b. Digandakan dengan mudah.

Kerugian dari katalog buku ini yaitu sekali jilid maka katalog buku menjadi usang karena tambahan baru tidak dapat disisipkan ke entri yang sudah ada.

2. Katalog berkas atau album dalam bahasa Inggris disebut Sheaf Catalogue merupakan kumpulan kartu yang dijilid menjadi satu mirip buku atau album. Katalog ini dibuat dari kertas manila atau kertas biasa. Katalog berkas ini terdiri dari beberapa lembar kertas biasa yang diikat menjadi satu secara longgar saja. Ukuran setiap lembarannya biasanya 20 X10 cm. Setiap satu ikatnya biasa berisi 500 sampai dengan 650 lembar yang setiap lembarnya hanya berisi uraian satu buku. Keuntungan dari katalog berkas atau album ini yaitu:

a. Mudah digunakan;

b. Pengguna dapat menggunakan katalog yang berbeda-beda;

c. Tambahan entri dapat disisipkan dengan cara membongkar kartu yang ada.

Kerugian dari katalog berkas atau album disebut Sheaf Catalogue sebagai berikut ini:

a. Sekali kali ada penambahan harus membongkar berkas;

b. Cenderung mudah hilang karena bentuknya lebih kecil daripada katalog buku.

3. Katalog kartu merupakan katalog terbuat dari kartu berukuran 7,5 x 12,5 cm dengan ketebalan 0,025 cm digunakan diseluruh dunia disusun dalam laci yang merupakan bagian sebuah lemari. Keuntungan dari katalog kartu ini yaitu:

a. Mudah digunakan;

b. Entri baru dapat disisipkan tanpa kesulitan;

c. Dapat digandakan dan dikirimkan ke perpustakaan lain(misalnya perpustakaan cabang).

Kerugian dari katalog kartu yaitu bila mutunya rendah mudah sobek pengguna kadang-kadang mencabut dari laci katalog.

Gambar katalog perpustakaan dalam bentuk kartu
Gambar katalog perpustakaan dalam bentuk kartu

4. Katalog cetak atau katalog buku (Printed Catalog) bentuk katalog buku berupa daftar judul-judulbahan pustaka yang ditulis atau dicetak pada lembaran-lembaran yang berbentuk buku. Katalog ini sebenarnya tidak fleksibel karena penyisipan dan pengeluaran entri katalog tidak mudah dilakukan. Adapun keuntungan dari katalog cetak atau katalog buku yaitu:

a. Biaya pembuatannya murah;

b. Mudah dicetak;

c. Mudah dikirimkan ke berbagai perpustakaan atau instansi lain;

d. Mudah dibawa keman-mana;

e. Dapat diubah dalam jumlah eksemplar yang cukup banyak; dan

f. Tidak memerlukan filling seperti kartu katalog.

 

F. Sistem Katalog Perpustakaan Manual.

Ada 2 macam sistem katalog yang biasa digunakan oleh perpustakaan sebagai berikut:

1. Sistem katolog klasifikasi.

a. Katalog pengarang atau judul adalah disusun menurut abjad tajuk pengarang. Contoh katalog pengarang dalam bentuk kartu sebagai berikut

Screenshot_6

Screenshot_7

b. Katalog subjek berkelas yang yaitu kartu-kartu katalog yang disusun berdasarkan notasi klasifikasi subjek tertentu.

Screenshot_9

c. Indeks subjek berabjad untu mengetahui apa yang dimiliki oleh perpustakaan mengenai subjek tertentu maka pencarian subjek itu dilakukan dengan menelusuri katalog berkelas (subjek).

Screenshot_10

2. Sistem katalog berabjad adalah sistem katalog dimana semua entri disusun berdasarkan abjad dan biasanya dijadikan satu jajaran.

Screenshot_11Screenshot_12

G. Penelusuran Menggunakan Komputer atau OPAC.

OPAC (Online Public Access Catalog) adalah katalog yang tersimpan dikomputer dapat diakses dari berbagai titik atau lokasi tersebut bergabung dalam jaringan. Katalog OPAC banyak digunakan pada berbagai perpustakaan karena mempunyai banyak keuntungan diantaranya sebagai berikut ini;

  • Penelusuran informasi dapat dilakukan dengan cepat dan tepat;
  • Penelusuran dapat dilakukan secara bersama-sama tanpa saling mengganggu;
  • Jajaran tertentu tidak perlu di-file;
  • Penelusuran dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai pendekatan sekaligus misalnya lewat judul, pengarang, subjek, tahun terbit, penerbit dsb yaitu dengan memanfaatkan penelusuran Boolean Logic;
  • Rekaman bibliografi yang dimasukkan kedalam entri katalog tidak terbatas;
  • Penelusuran dapat dilakukan dari beberapa tempat tanpa harus mengunjungi perpustakaan yaitu dengan menggunakan sistem jaringan LAN atau WAN.

Penelusuran secara online disini dapat dilakukan terhadap 5 macam sistem komputer seperti:

  • Penelusuran kepada basis data lokal yaitu basis data yang biasanya dibuat sendiri oleh lembaga-lembaga pengolahan informasi. Banyak perangkat lunak yang dapat digunakan untuk membuat basis data lokal seperti antara lain:Dhase,Foxpro,Clipper,MicrosoftAccess,Tinlib,Cardbox,VTLS,CDS/ISIS dll.
  • Penelusuran kepada CD-ROM (Compact Disk-Read Only Memory) Satu CD-ROM dapat memuat kurang lebih 1500 floppy disk atau 300.000 halaman sejak awal tahun 1990-an penggunaan CD-ROM diperpustakaan makin berkembang pesat saat ini.
  • Sejak awal tahun 1990-an penggunaan CD-ROM diperpustakaan makin berkembang pesat saat ini.
  • Penelusuran kepada basis data komersil dimana komputernya (server) tidak berada didekat kita;
  • Penelusuran kepada basis data yang ada di teletext dan videotext;
  • Penelusuran kepada basis data yag ada di internet.

Strategi penelusuran ada 4 tujuan dalam dalam melakukan strategi penelusuran sebagai berikut ini:

  • Untuk mendapat jumlah temuan relevan yang diinginkan;
  • Untuk menghindari judul-judul yang tidak relevan;
  • Untuk menghindari ajumlah temuan yang terlalu besar;
  • Untuk menghindari jumlah temuan yang terlalu kecil atau kosong.

Untuk dapat melakukan tektik tersebut ada 2 hal yang dapat diharapkan sebagai berikut ini:

  • Anda dapat memperkecil jumlah hasil temuan dengan mempersempit penelusuran dengan harapan semakin dikit judul-judul yang tidak relevan ikut terambil tanpa membuang terlalu banyak judul-judul yang relevan;
  • Anda dapat memperbesar jumlah hasil temuan dengan melebarkan penelusuran dengan harapan semakin banyak judul-judul relevan yang termabil tanpa mengikutsertakan terlalu banyak judul-judul yang tidak relevan.

Keunggulan dan perbedaan OPAC dari katalog kartu atau kartu manual sebagai berikut ini keunggulan OPAC:

OPAC Kartu manual atau Katalog Kartu
1)      OPAC jauh melebihi katalog kartu dan katalog lainnyayang digantunya. 1)      Katalog kartu memiliki sejumlah keterbatasan dibandingkan dengan OPAC.
2)      Fungsinya yang sama sebagai sarana temu balik informasi didalam perpustakaan. 2)      Fungsinya yang sama sebagai sarana temu balik informasi didalam perpustakaan.
3)      Bentuk fisik digital pada komputerisasi. 3)      Bentuk fisik tercetak.
4)      Cantuman bibliografi pada OPAC dapat ditelusuri dalam berbagai cara dan dapat ditampilkan pada berbagai bentuk format tampilan. 4)      Tidak mungkin dilakukan dengan cara digitalisasi.
5)      Interaksi, bantuan pengguna, kepuasan penelusuran, keluaran dan tampilan, serta ketersedian dan akses (Fattahi 1995,49-53). 5)      Pemustaka mencari informasi terbatas.

 

6)      Kemudahan dalam mencari informasi, menelusur dengan menyenangkan, menyediakan layanan baru, menyediakan ciri khas yang baru 6)      Informasi yang itu-itu saja.

 

7)      Dapat diakses melalui terminal pada tembat yang berbeda dari dalam atau dari luar gedung perpustakaan melaui LAN & WAN. 7)      Dapat mencari informasi hanya didalam perpustakaan saja.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rahman Saleh dan Janti G. Sujana.2009.Pengantar Kepustakaan:Pendoman Bagi Pengguna Perpustakaan diLingkingan Perguruan Tinggi.Bogor:Sagung Seto.

Agus Rifai.2012.Materi Pokok Media Teknologi.Tangerang Selatan:Universitas Terbuka.

Anis Masruri dkk.2008.Dasar-dasar Katalogisasi.Yogyakarta:Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Herlina.2007.Ilmu Perpustakaan dan Informasi.Palembang:IAIN Raden Fatah Palembang.

Noerhayati.1988.Pengelolaan Perpustakaan JilId 2.Bandung:P.T.Alumni.

Sulistyo Basuki.2011.Materi Pokok Pengantar Ilmu Perpustakaan.Jakarta:Universitas Terbuka.

Wahyu Supriyanto dan Ahmad Muhsin.2008.Teknologi Informasi Perpustakaan: Strategi Perancangan Perpustakaan Digital.Yogyakarta:Kanisius.

http://tyastiyus.note.fisip.uns.ac.id/2014/12/10/manfaat-teknologi-informasi-perpustakaan/ diakses oleh tyas tiyus pada tanggak 12 April 2016 Pukul 11:39 WIB.

 

Sumber: Artikel ini dikirim oleh Henni Novita Sari kepada redaksi untuk di publish

Perkembangan Teknologi Informasi dan Katalog Perpustakaan dari Katalog Cetak ke OPAC


About Redaksi

Kirimkan Tulisan anda tentang semua hal yang berkaitan dengan Perpustakaan dalam bentuk Artikel, Berita, Makalah, Lowongan Kerja Pustakawan, Seminar Perpustakaan, atau yang lain yang berkaitan dengan dunia perpustakaan ke email Redaksi : bicaraperpustakaan@gmail.com | Dan Jika ingin jadi bergabung untuk menjadi PENULIS dalam situs ini silahkan mendaftar ke link berikut ini http://bicaraperpustakaan.com/wp-login.php?action=register

One comment

  1. Belajar sekarang bisa dimana dan kapan saja. Salah satunya dengan perpustakaan online yang dimiliki oleh Universitas Gunadarma,

    http://library.gunadarma.ac.id/

Tinggalkan Balasan ke Vicky Dwi Putra Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

loading...